Perkuat Peran ESG Assurance Dorong Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Hijau

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Perkuat Peran ESG Assurance Dorong Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Hijau Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional melalui peran strategis sebagai penyedia jasa testing, inspection, certification, and consultancy (TICC).

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi dalam forum obrolan ESG, Dekarbonisasi, dan Masa Depan Bisnis Hijau Indonesia, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Fajar menyampaikan transformasi ESG (environmental, social, and governance) saat ini menuntut pendekatan lebih berbasis info dan dapat diverifikasi.

“Dalam lingkup ESG, PT Surveyor Indonesia (PTSI) berkedudukan sebagai akselerator sekaligus mitra dalam mendorong inisiatif keberlanjutan. Secara internal, penerapan ESG kami jalankan secara terintegrasi melalui sustainability policy, penguatan tata kelola, serta penyusunan roadmap dan Komite ESG,” ujar Fajar.

Dia melanjutkan seiring dengan meningkatnya kompleksitas penerapan ESG, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas dampak, kesiapan organisasi, hingga  pendanaan. Kondisi ini membikin banyak inisiatif keberlanjutan belum sepenuhnya terhubung dengan aspek finansial dan akses pembiayaan.

Dalam konteks tersebut, jelas dia, verifikasi dan pemastian independen dinilai menjadi komponen krusial untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas ESG.

"Pendekatan ini memungkinkan info keberlanjutan tidak hanya berkarakter naratif, tetapi juga terukur, dapat dibandingkan, dan relevan bagi investor," ungkapnya.

Ia menerangkan melalui jasa TICC, PT Surveyor Indonesia berkontribusi dalam memastikan beragam inisiatif keberlanjutan dapat tervalidasi dan selaras dengan standar berlaku, sekaligus mendukung upaya transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Ia mengungkapkan pengalaman lintas sektor nan dimiliki juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas penerapan ESG berpotensi memperkuat posisi perusahaan dalam mengakses pembiayaan berkepanjangan serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

“Peran kami memastikan inisiatif ESG tidak hanya dilaporkan, tetapi betul-betul terukur dan dapat dipercaya. Pada saat sama, kerjasama lintas sektor menjadi kunci agar implementasinya berakibat nyata,” kata Fajar.

Ke depan, sambungnya, kebutuhan atas prasarana kepercayaan dalam ekosistem ESG diperkirakan semakin meningkat, seiring berkembangnya pasar karbon dan instrumen finansial berkelanjutan. "Kredibilitas menjadi aspek pembeda utama dalam menentukan daya saing perusahaan di era ekonomi hijau," tutup Fajar. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia