Pernyataan Hormat Prabowo untuk PDIP saat Pidato di DPR

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pujian dan rasa hormat kepada PDIP di ujung pidato "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027" di Gedung DPR RI, Rabu (20/5).

Prabowo mengakui PDIP sebagai satu-satunya partai oposisi dan menghormati posisi politik mereka. Selain itu, Prabowo menyinggung pertolongan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada dirinya. 

Pernyataan itu dia sampaikan di ujung 100 menit pidatonya dalam rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, kemarin. Prabowo menegaskan menghormati sikap PDIP menjadi oposisi, meski sejak awal dia mau semua partai bergabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut kerakyatan tetap memerlukan oposisi guna menjaga check and balances roda pemerintahan.

"Saya mengerti dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu. Sebenarnya, saya mau ucapkan terima kasih ke PDIP," kata Prabowo.

"Setiap pemimpin kudu mau dikritik, setiap pelaksana kudu diawasi, terima kasih atas pengawasan saudara," ucap dia.

Ia mengaku beberapa kali memandang kritikan dari kader PDIP nan dinilai cukup tajam terhadapnya.

"Ada pepatah nan mengatakan jika orang ingatkan kita meski kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenernya dia menyelamatkan kita," ucapnya.

Prabowo juga mengakui sosok Megawati membantunya saat tetap luntang-lantung di luar kekuasaan. Saat menjadi Presiden, kata Prabowo, Megawati tidak pernah mengganggunya dalam memenangkan proyek.

"Waktu saya enggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bagian ekonomi, saya mau terbuka, saya enggak berkuasa waktu itu, namalain luntang-lantung, Ibu Mega Soekarnoputri intervensi mengatakan jika emang Prabowo nan menang tender itu, jangan diganggu, diteruskan," katanya.

Oleh lantaran itu, dia mengaku hanya mau melakukan perihal nan sama terhadap Megawati dan PDIP.

Prabowo pun memastikan tak bakal mengganggu proyek alias tender nan dimenangkan oleh orang alias perusahaan nan terafiliasi dengan kubu oposisi termasuk PDIP, selama proyek itu dimenangkan dengan langkah nan benar.

"Tanya, saya selalu katakan, menteri-menteri minta petunjuk ada proyek, ada tender, 'tapi ini belakangnya PDIP', benar? mari menteri-menteri, betul kan, tapi apa jawaban saya, 'tidak masalah'. Kalau dia menang, dia menang saja jangan lihat latar belakangnya," kata Prabowo.

Megawati dalam beberapa kesempatan juga kerap menceritakan kedekatannya dengan Prabowo. Saat menjadi Presiden, Megawati apalagi mengaku sempat marah terhadap Menteri Luar Negeri hingga Panglima lantaran tak memberikan izin Prabowo kembali ke Tanah Air.

"Ini saya bukan cari nama. Tanya kepada beliau. Tidak. Saya marah pada Menlu. Saya marah pada Panglima. Apapun juga, beliau manusia Indonesia, pulang," kata Mega saat memberikan sambutan dalam 'Presedential Lecture' Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Aria Bima menegaskan keputusan partainya untuk berada di luar pemerintah bukan didasarkan pada sikap apriori dan nyinyir.

Dia mengatakan, berada di luar pemerintahan merupakan tradisi krusial dalam demokrasi. Menurut dia, partai kudu berani mengambil sikap itu jika calon nan mereka usung kalah dalam kontestasi politik.

Menurut Bimo, sikap itulah nan selama ini dilakukan PDIP. Bukan hanya kepada Prabowo, namun juga terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya.

"Sekali lagi posisi PDI perjuangan tidak pernah apriori dengan pemerintah. PDI perjuangan tidak nyinyir dengan kebijakan pemerintah. PDI perjuangan juga tidak antipati terhadap pemerintah," kata Bimo di kompleks parlemen, Rabu (20/5).

(thr/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional