Pesan Glenn Hoddle untuk Chelsea

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pesan Glenn Hoddle untuk Chelsea Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

DENGAN kualitas pemain dan tim nan dimiliki, susah untuk dipahami andaikan Chelsea menempati papan tengah Liga Primer. Keputusan mendadak pembimbing Enzo Maresca untuk meninggalkan Stamford Bridge sebagai persiapan menangani Manchester City membikin klub elite London Barat itu limbung.

Liam Rosenior nan menggantikan Maresca rupanya tidak sesuai dengan harapan. Hanya tiga bulan pembimbing muda Inggris itu langsung terdepak dari kursinya. Kini 'the Blues' ditangani asisten pembimbing Callum McFarlane.

Di tengah manajemen nan berantakan, mantan bintang dan pembimbing Chelsea Glenn Hoddle tetap percaya dengan keahlian jejak klubnya. Setidaknya untuk tidak menutup musim kejuaraan dengan tangan hampa.

Final Piala FA, Sabtu malam besok, menjadi kesempatan terakhir bagi Reece James dan kawan-kawan untuk mengukir prestasi. Itulah tiket paling krusial untuk bisa bermain di kejuaraan Liga Eropa pada musim mendatang.

Hanya saja dengan musuh Manchester City nan kudu dihadapi, Hoodle menyadari tantangan nan kudu diatasi Chelsea tidak mudah. City merupakan tim nan matang, nan selalu bisa mengendalikan permainan dan mengatur tempo pertandingan.

“Banyak tim nan ketika menghadapi City kemudian memilih untuk bertahan. Mereka menempatkan sampai sembilan pemain di belakang sehingga mereka semakin mengendalikan permainan,” kajian Hoddle.

Untuk keluar dari tekanan City, mantan bintang Inggris itu mengusulkan para pemain Chelsea mengambil alih dulu kendali permainan. Sejak awal pertandingan kejutkan mereka dengan keluar menekan. “Akan lebih baik andaikan menekan dari lapangan tengah. Pilih pemain lapangan tengah nan punya karakter untuk keluar menyerang,” usul Hoodle.

PUNYA KEMAMPUAN 

Meski tampil sebagai underdog, Chelsea bukan tidak punya kesempatan untuk mengangkat piala. Apalagi Piala FA dijuluki 'kuburan' bagi klub besar. Tahun lalu, Crystal Palace membikin kejutan dengan mengalahkan Manchester City 1-0 untuk menjadi juara.

'The Blues' mempunyai pemain nan mempunyai keahlian menyerang nan kuat. Meski dikenal dengan pola 'double-six' nan ditakuti, Chelsea mempunyai dua pemain 'nomor 6' nan bisa keluar untuk menekan lawan.

Peran nan dulu secara sempurna dijalankan N’Golo Kante sekarang bisa diterapkan Moises Caicedo. Apabila dulu Kante berduet dengan Jorginho alias Mateo Kovavic, sekarang Caicedo nan berasal dari Ekuador mempunyai pasangan nan sama baiknya, bisa itu James alias pemain terbaik muda bumi di Piala Dunia 2022, Enzo Fernandez.

Kalau Fernandez nan dipasangkan dengan Caicedo, Chelsea bisa lebih garang lantaran Cole Palmer bisa ditempatkan sebagai second striker. Palmer nan mempunyai teknik luar biasa bisa menjadi playmaker nan bisa memanfaatkan lebar lapangan untuk menggoyahkan pertahanan City.

Dengan itu, McFarlane bisa menempatkan trio Latin sebagai trisula. Estevao Willian dan Pedro Neto bermain sebagai penyerang sayap, sementara Joao Pedro sebagai ujung tombak.

Dengan Fernandez nan mengisi 'double six', James bisa ditempatkan sebagai bek kanan nan tidak kalah garang daripada Malo Gusto. Berdua Marc Cucurella di posisi bek kiri, dua bek sayap itu bakal membikin 'the Blues' lebih garang dan apalagi mengendalikan permainan.

Selanjutnya tinggal produktivitas permainan dikembangkan untuk mencari peluang. Hanya dengan itulah Chelsea berkesempatan untuk bisa mencuri gol dan meraih kemenangan. Tidak mungkin gol tercipta tanpa ada upaya untuk menekan pertahanan lawan.

Strategi blitzkrieg seperti itulah nan membikin Palace membungkam City tahun lalu. Gol Eberechi Eze pada menit ke-16 menjadi penentu bagi klub asal London itu untuk meraih prestasi besar pertama mereka sepanjang sejarah.

MELELAHKAN 

Manchester City tampil di Stadion Wembley dengan jalan nan sangat melelahkan. Pelatih Josep Guardiola sampai memilih mengistirahatkan penuh tiga pemain andalannya, Erling Haaland, Rayan Cherki, dan Antoine Semenyo, saat menghadapi Palace, Rabu malam lalu, demi menyelamatkan misi tiga pertandingan krusial terakhir mereka di musim ini.

Pep Guardiola merasa lebih percaya diri setelah memandang anak asuhannya bisa melewati rintangan pertama. Phil Foden nan menjadi pengganti bisa mengantarkan City meraih kemenangan 3-0 atas Palace. Dengan hasil itu, City hanya terpaut dua poin dari Arsenal dalam perebutan gelar Liga Primer musim ini.

Meski peluangnya kecil, Pep Guardiola tetap bisa berambisi menutup kariernya di Manchester City dengan serangkaian gelar juara. “Dengan hanya dua pertandingan Liga Primer nan tersisa, semua sekarang berjuntai kepada Arsenal. Jika memandang dua musuh mereka terakhir, sepertinya mereka bakal juara. Namun, kita tidak pernah tahu,” minta pembimbing asal Spanyol itu.

Kalau Arsenal tersandung seri saja dalam dua pertandingan terakhir melawan Burnley dan Palace, City bisa mencuri gelar juara di tikungan. “Namun, dua musuh terakhir City juga tidak mudah. Kami tetap kudu menghadapi Bournemouth nan berulang kali mengejutkan lawan. Terakhir tetap kudu berjumpa tim didikan Unai Emery, Aston Villa nan juga tidak mudah dikalahkan,” kata Pep Guardiola.

Oleh lantaran itu, dia mau konsentrasi kepada final Piala FA di Stadion Wembley terlebih dahulu. Dari empat kali final terakhir nan diraih, City hanya sekali menjadi juara. Pep Guardiola tidak mau nasibnya tragis seperti tahun lalu.

Ia bakal menurunkan materi pemain terbaik untuk menghadapi tiga pertandingan 'final'. Haaland, Cherki, dan Semenyo menjadi pilihan utama untuk memuluskan jalan menyapu bersih tiga kemenangan krusial itu.

Dengan barisan pertahanan nan kukuh, City layak percaya diri. Marc Guehi betul-betul menjadi pilar nan membikin pertahanan Manchester City tidak mudah untuk bisa ditembus.

Duetnya dengan Abdukodir Khusanov tidak mengenal kompromi. Keduanya membikin pemain senior seperti Ruben Dias, John Stones, ataupun Manuel Akanji tidak lagi mendapat tempat di tim utama.

Tidak mengherankan semua musuh menjadi gentar menghadapi Manchester City. Untuk bisa mematahkan semua kekuatan City itu, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri nan tinggi. Itulah nan dipesankan Hoodle kepada para pemain muda Chelsea sekarang ini. Jangan takut kalah, keluarlah menyerang!

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia