Jakarta, CNN Indonesia --
Keluarga Andi Angga Prasetya sebagai salah satu WNI nan ditangkap tentara zionis Israel (IDF) dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina meminta pemerintah bergerak sigap mengatasi kasus ini.
Ibunda Andi Angga Prasetya, Sutra Wati Kaharudin mengatakan hanya pemerintah nan bisa berupaya dalam membebaskan para WNI nan ditangkap IDF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berambisi pemerintah dalam perihal ini lantaran nan bisa menyelamatkan anak saya dalam perihal ini hanya pemerintah, saya, kami pihak family hanya bisa mendoakan," kata Sutra dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Selasa (19/5).
Sutra menyampaikan keturutsertaan Andi dalam pelayaran ke Gaza ini semata-mata untuk misi kemanusiaan.
Ia menyatakan putranya hanya membawakan logistik berupa makanan dan obat-obatan nan diperlukan penduduk Gaza.
"Dia tidak bawa senjata anak saya bukan teroris nan kudu diculik," ujarnya.
Sutra juga menyampaikan terakhir kali dia berkomunikasi dengan Andi pada Senin (3/5) sore hari kemarin.
Pada saat itu, Andi juga telah memberitahukan Sutra, jika gawainya sudah tidak aktif, artinya dia sudah dicegat militer zionis Israel.
"Pemerintah kudu menyelamatkan rakyatnya, saya minta bapak presiden, bapak Prabowo minta untuk menyelamatkan anak saya," ucap dia.
Andi Angga merupakan satu dari sembilan WNI nan ikut dalam kapal pelayaran kemanusiaan GPCI pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina.
Ia juga jadi satu dari lima WNI nan diculik militer Israel (IDF) saat menuju Gaza. Kapal Josef nan dinaiki Andi Angga dicegat IDF.
Selain Andi, keempat WNI nan diculik itu adalah Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono namalain Abeng.
(fra/mnf/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·