Petani di Majalengka Didorong untuk Lakukan Percepatan Tanam

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Petani di Majalengka Didorong untuk Lakukan Percepatan Tanam Petani di sejumlah wilayah di Jawa Barat tengah melakukan panen.(MI/NURUL HIDAYAH)

PETANI di Kabupaten Majalengka diminta untuk melakukan percepatan tanam di musim tanam (MT) II. Percepatan tanam dilakukan mengingat musim tandus datang lebih awal dan lama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKP3 ) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada penyuluh lapangan pertanian untuk segera berkoordinasi dengan golongan tani dan para petani di wilayah masing-masing.

“Saat ini belum seluruh petani melakukan panen. Mereka baru bakal melakukan panen MT I lantaran sebelumnya terlambat melakukan tanam akibat curah hujan nan tidak merata. Diantaranya tersebar di Kecamatan Jatitujuh, Ligung dan sebagian Kertajati nan tidak mendapat pasokan air irigasi," tuturnya, Rabu (8/4).

Petani, lanjut dia, didorong untuk segera melakukan tanam di MT II jika telah selesai melakukan panen MT I. Saran ini dilakukan seiring dengan adanya pemberitahuan dari BMKG nan menyebut musim tandus diperkirakan bakal terjadi lebih awal.

“Semua petugas lapangan telah berkoordinasi apalagi untuk daerah–daerah sawah tadah hujan nan biasa melakukan dua kali tanam lantaran mereka mengandalkan curah hujan untuk pengairannya,” ungkap Gatot.

Namun,  lanjut dia, di Kabupaten Majalengka saat ini juga sudah ada areal pertanian nan melakukan panen. Dengan luas lahan panen nan mencapai 31.253 hektare menghasilkan hingga 204.261 ton gabah.

“Data tersebut terhitung mulai Januari hingga Maret 2026,” paparnya.

Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis Prediksi Musim Kemarau 2026 untuk wilayah Jawa Barat. Berdasarkan kajian dinamika atmosfer dan model prediksi suasana periode normal 1991–2020, musim tandus tahun ini diprakirakan datang lebih sigap dari normal dengan sifat hujan didominasi bawah normal di sebagian besar wilayah.

Awal musim tandus diprakirakan terjadi berjenjang mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim tandus pada Mei 2026.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia