Pemain timnas Jerman Barat (dari kiri ke kanan) Andreas Brehme, Lothar Matthaeus, dan Pierre Littbarski melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 1990.(AFP/DANIEL GARCIA)
PIALA Dunia 1990, nan lebih dikenal dengan julukan Italia '90, tetap menjadi salah satu jenis turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah. Diselenggarakan di Italia pada 8 Juni hingga 8 Juli 1990, turnamen ke-14 ini menyuguhkan perpaduan antara pertahanan gerendel nan ketat, kejutan dari tim nonunggulan, hingga drama di partai puncak.
Tuan Rumah dan Peserta
Italia terpilih menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya setelah jenis 1934. Sebanyak 24 timnas dari beragam konfederasi berkompetisi di putaran final setelah melalui proses kualifikasi nan diikuti oleh 116 negara.
Daftar peserta Piala Dunia 1990 meliputi:
- Eropa (UEFA): Italia (Tuan Rumah), Jerman Barat, Belanda, Inggris, Spanyol, Belgia, Yugoslavia, Cekoslowakia, Austria, Uni Soviet, Skotlandia, Swedia, Rumania, Irlandia.
- Amerika Selatan (CONMEBOL): Argentina (Juara Bertahan), Brasil, Kolombia, Uruguay.
- Amerika Utara & Tengah (CONCACAF): Amerika Serikat, Kosta Rika.
- Afrika (CAF): Kamerun, Mesir.
- Asia (AFC): Korea Selatan, Uni Emirat Arab.
Laga Final: Ulangan Meksiko 1986
Partai final Piala Dunia 1990 mempertemukan dua raksasa sepak bola, Jerman Barat dan Argentina. Laga ini merupakan ulangan final Piala Dunia 1986, namun dengan hasil nan berbeda.
Pertandingan final digelar di Stadion Olimpico, Roma, pada 8 Juli 1990. Dalam laga nan berjalan sangat ketat dan penuh tensi tinggi, Jerman Barat sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Andreas Brehme melalui titik penalti pada menit ke-85.
Hasil Final Piala Dunia 1990:
Jerman Barat 1 - 0 Argentina
Pencetak Gol: Andreas Brehme (85' - Penalti)
Lokasi: Stadion Olimpico, Roma
Kisah Menarik dan Kontroversi
Piala Dunia 1990 dikenang bukan hanya lantaran strategi bertahannya, tetapi juga lantaran beberapa momen berhistoris dan kontroversial:
1. Kejutan Kamerun dan Roger Milla
Berdasarkan catatan sejarah, salah satu momen paling mengejutkan adalah ketika Kamerun mengalahkan juara memperkuat Argentina di laga pembuka. Dipimpin oleh pemain veteran Roger Milla, "The Indomitable Lions" menjadi tim Afrika pertama nan sukses menembus babak perempat final, sebuah pencapaian nan mengubah peta kekuatan sepak bola dunia.
2. Kontroversi Kartu Merah di Final
Laga final 1990 dianggap sebagai salah satu final nan paling tidak menarik secara estetika namun penuh drama disiplin. Argentina menjadi tim pertama nan menerima kartu merah di final Piala Dunia, apalagi langsung dua pemain sekaligus, ialah Pedro Monzon dan Gustavo Dezotti.
3. Air Mata Paul Gascoigne
Bagi pendukung Inggris, Italia '90 adalah tentang "Gazzamania". Tangisan Paul Gascoigne setelah menerima kartu kuning di semifinal melawan Jerman Barat—yang berfaedah dia bakal tidakhadir jika Inggris lolos ke final—menjadi salah satu gambar paling emosional dalam sejarah olahraga.
4. Rekor Gol Terendah
Turnamen ini juga dicatat sebagai Piala Dunia dengan rata-rata gol terendah (2,21 gol per pertandingan). Hal ini memicu FIFA untuk melakukan perubahan patokan besar-besaran setelah turnamen, termasuk pelarangan back-pass ke kiper untuk mendorong permainan nan lebih menyerang.
Kemenangan Jerman Barat di Roma menandai gelar juara bumi ketiga mereka, sekaligus menjadi bingkisan perpisahan nan manis sebelum penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur secara resmi di tahun nan sama.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kepintaran buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi kebenaran oleh redaksi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·