Barang bukti penyalahgunaan BBM subsidi di Babel.(Dok. MI)
DIREKTORAT Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung sukses membongkar praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Belitung. Operasi ini mengungkap modus manipulasi info penyaluran nan merugikan para nelayan setempat.
Dalam penyergapan nan dilakukan pada Jumat (15/5/2026), petugas mengamankan ribuan liter solar serta dua orang tersangka nan diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap BBM subsidi tersebut.
Modus Manipulasi Dokumen Rekomendasi Nelayan
Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku menggunakan modus operandi nan terorganisir dengan memanfaatkan arsip resmi berupa surat rekomendasi penyaluran BBM unik nelayan. Mereka memanipulasi laporan penjualan untuk menutupi tindakan penyelewengan.
Dalam laporannya, pelaku mencatat telah menyalurkan sebanyak 5.280 liter solar kepada nelayan. Namun, kebenaran di lapangan menunjukkan jumlah nan betul-betul tersalurkan hanya 2.070 liter. Selisih sebanyak 3.210 liter inilah nan kemudian dipindahkan ke truk tangki untuk dijual kembali dengan nilai nonsubsidi nan jauh lebih tinggi.
Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Bim Rekoaji, menegaskan bahwa tindakan ini sangat mencederai kewenangan masyarakat kecil, khususnya nelayan nan sangat berjuntai pada solar subsidi untuk melaut.
“Saat ini, kedua pelaku beserta peralatan bukti telah kami amankan di Markas Komando Ditpolairud Polda Bangka Belitung untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKBP Bim Rekoaji.
Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat dengan undang-undang mengenai migas dengan ancaman balasan penjara paling lama 6 tahun. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan pengedaran BBM bersubsidi di wilayah perairan dan pesisir guna memastikan support pemerintah tepat sasaran.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pengelola SPBU dan pemasok agar tidak bermain-main dengan alokasi daya subsidi, mengingat dampaknya nan langsung memukul sektor ekonomi produktif masyarakat pesisir. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·