Polda Papua Umumkan Situasi di Wamena Berangsur Kondusif

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Papua mengklaim situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan berangsur kondusif pasca terjadinya perang antarsuku.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan untuk menjaga stabilitas keamanan, abdi negara campuran Polres Jayawijaya dan Sat Brimob Polda Papua tetap disiagakan di tujuh titik strategis di wilayah Kota Wamena.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memberikan rasa kondusif kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi di Wamena saat ini berangsur-angsur kondusif. Masyarakat sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik aktivitas peribadatan, perkantoran maupun aktivitas pendidikan," kata Cahyo dalam keterangannya, Senin (18/5).

Cahyo mengatakan pemulihan situasi dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, abdi negara keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat.

Salah satunya melalui aktivitas kunjungan dan perbincangan berbareng masyarakat Lanny Jaya di Gereja Gonambur, Distrik Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (17/5).

Kegiatan tersebut dihadiri Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi.

Kemudian LO Polda Papua Pegunungan Kombes Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D Tamaela serta sejumlah pejabat wilayah dan tokoh masyarakat.

Dalam perbincangan tersebut, kata Cahyo, Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan belasungkawa kepada family korban serta membujuk seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Pemerintah wilayah juga mengimbau masyarakat Lanny Jaya nan berada di Wamena agar dapat kembali ke wilayah asalnya guna mencegah meluasnya bentrok sosial.

"Sementara itu, perwakilan masyarakat menyampaikan angan agar penyelesaian bentrok dilakukan melalui sistem budaya sebagai langkah utama menciptakan perdamaian antara kedua belah pihak," tutur Cahyo.

"Selain itu, masyarakat juga meminta adanya agunan keamanan dari abdi negara selama proses perjalanan kembali ke Lanny Jaya," sambungnya.

Cahyo menyampaikan abdi negara keamanan memastikan bakal terus melakukan pengamanan dan pengawalan guna menjamin situasi tetap kondusif dan terkendali.

"Langkah persuasif dan dialogis bakal terus dikedepankan berbareng pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh unsur mengenai agar situasi tetap kondusif dan kondusif," ujarnya.

"Kehadiran abdi negara keamanan bermaksud memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan seluruh aktivitas melangkah aman," sambung Cahyo.

Selain melakukan pengamanan di sejumlah titik, abdi negara campuran juga terus melaksanakan patroli dan penjagaan terbatas pada lokasi-lokasi tertentu sebagai corak kesiapsiagaan.

Lebih lanjut, Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh info nan belum tentu betul serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas nan kondusif dan tenteram di Papua Pegunungan.

Banner Microsite Haji 2026

Jumlah korban

Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Bentrok suku di Wamena melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), nan awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah letak di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

"Berdasarkan info pembaruan terbaru korban perang suku nan meninggal bumi 13 orang," kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini kepada detikcom, Minggu (17/5).

Sementara dari 19 orang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka tetap dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.

"Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang," katanya.

Pihak kepolisian tetap melakukan jumlah gedung nan dirusak alias dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan penduduk dilaporkan mengungsi.

"Untuk pengungsi total 789 orang di antaranya 298 anak-anak, 122 lansia. Sementara jumlah berasas jenis kelamin 315 laki-laki dan 476 wanita," ungkapnya.

(dis/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional