Surabaya, CNN Indonesia --
Polisi menduga temuan puluhan kilogram kokain di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) berangkaian dengan jaringan narkotika internasional asal Amerika Selatan, ialah Kolombia.
Indikasi ini muncul setelah kepolisian melakukan kajian mendalam terhadap karakter peralatan bukti nan ditemukan terdampar di pantai tersebut.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyatakan pihaknya tengah memetakan jalur perdagangan gelap nan masuk ke perairan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menganalisa jaringan dari info kokain di Kolombia. Ini menjadi indikasi kuat adanya jalur perdagangan gelap internasional nan masuk ke perairan kita," kata Nanang di Surabaya, Selasa (5/5).
Nanang menjelaskan bahwa masuknya kokain seberat bersih 22,226 kilogram ini merupakan kejadian nan tidak biasa. Berbeda dengan sabu alias ekstasi nan plural beredar di Jatim, kokain mempunyai nilai ekonomi nan jauh lebih tinggi dan pasar nan sangat spesifik.
Pemanfaatan wilayah pesisir Sumenep diduga merupakan strategi jaringan internasional untuk menghindari pantauan petugas. Garis pantai nan panjang dan kondisi wilayah nan sunyi menjadi celah masuknya peralatan haram tersebut.
"Wilayah pesisir nan relatif lebih sunyi justru rawan dijadikan jalur penyelundupan. Ini menjadi perhatian unik bagi kami," tegas Nanang.
Berdasarkan info kepolisian, peralatan bukti kokain nan ditemukan terdiri dari 23 bungkus. Awalnya, berat kotor peralatan mencapai 27 kilogram lantaran terkontaminasi pasir dan sampah laut, sebelum akhirnya dipastikan berat bersihnya mencapai 22,226 kilogram.
Dengan jumlah tersebut, total nilai kokain ini diperkirakan mencapai Rp115 miliar.
Mengingat nilainya nan fantastis, Polda Jatim mendorong percepatan pemusnahan peralatan bukti untuk menghindari potensi penyalahgunaan dari pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab.
"Barang ini mempunyai nilai nan menggiurkan, sehingga kudu segera dimusnahkan agar tidak terjadi penyalahgunaan," ucapnya.
Saat ini, Polda Jatim telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengembangkan penyelidikan dan mengungkap tokoh di kembali pengiriman kokain Kolombia tersebut. Pengawasan di titik-titik rawan sepanjang pesisir Jawa Timur juga diperketat secara signifikan.
Di sisi lain, Nanang meminta partisipasi aktif masyarakat pesisir untuk melaporkan temuan barang mencurigakan sekecil apa pun. Ia menegaskan, ancaman narkoba ini menyasar masa depan generasi muda.
"Dampaknya sangat besar. Kita kudu cegah bersama-sama agar tidak semakin banyak korban," pungkasnya.
(frd/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·