Polisi Bakal Periksa Pemilik Gedung yang Jadi Kantor Judol Hayam Wuruk

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi bakal memeriksa pemilik gedung nan disewa menjadi instansi operasional sindikat gambling online (judol) transnasional di area Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Polisi telah mengamankan 321 pekerja nan 275 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (9/5) dalam kasus tersebut. Mereka seluruhnya merupakan penduduk negara asing (WNA) nan kebanyakan berasal dari area Asia Tenggara seperti Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam, hingga Thailand.

"Kita tetap bakal melakukan pemeriksaan terhadap pemilik gedung, termasuk siapa nan menyewa, sampai dengan kelak nan menyediakan peralatan untuk aktivitas pertaruhan nan ada di lokasi," ujar Dirtipidum Polri Brigjen Wira Satya Triputra dalam bertemu pers di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wira, sindikat tersebut telah beraksi selama dua bulan dan telah menyewa gedung untuk operasional selama satu tahun.

"Tapi ini bakal kami pastikan kembali lantaran si penyewa juga tetap bakal kami cek kelak identitasnya di manajemen daripada Hayam Wuruk Tower ini," ujar dia.

Sebanyak 275 tersangka disangkakan Pasal 426 dan/atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan/atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Polisi mengamankan sejumlah peralatan bukti saat penangkapan. Beberapa di antaranya yakni, brankas, paspor, handphone, laptop, PC komputer, dan duit tunai dari beragam macam negara.

Polisi juga mengamankan sejumlah duit dalam beragam pecahan, ialah Rp1,9 miliar, sekitar 53 juta dalam mata duit Vietnam, dan US$10.210.

"Uang rupiah ini diperkirakan sekitar jika tidak salah, 1,9 sekian miliar nan ada. Kemudian pecahan uang, ada duit Vietnam 53.820.000, kemudian pecahan dolar itu sebanyak 10.210. Itu dari pecahan duit nan sukses kita sita," kata Wira.

(thr/pta)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional