Polisi Berpangkat Bripka Jadi 'Sniper' di Kampung Narkoba Kaltim

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang personil Polri berjulukan Bripka Dedy Wiratama turut ditangkap dalam penggerebekan kampung narkoba di Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia diketahui berkedudukan menjadi seorang sniper alias pengawas.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut Dedy saat ini tetap menjalani proses pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang berkepentingan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim," kata Eko kepada wartawan, Senin (18/5).

Selain jadi sniper, kata Eko, Dedy juga diduga terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini berasas hasil tes urine terhadap nan bersangkutan.

"Yang berkepentingan saat ini dalam pemeriksaan mengenai kasus pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebelumnya, ialah mengenai dengan nan berkepentingan nan dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan cek urine 2 kali, ditambah dengan kasus ini," tutur Eko.

Eko menyebut nantinya Dedy juga bakal menjalani proses pidana mengenai kasus narkotika setelah proses kode etik Polri rampung dilakukan.

"Nanti setelah proses kode etik selesai, nan berkepentingan bakal dilakukan proses pidana narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar sindikat di kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pengungkapan ini bermulai dari laporan masyarakat pada Maret lalu. Tim campuran dari Subdit IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Bareskrim Polri kemudian bergerak ke letak untuk melalukan penyelidikan.

Dalam proses itu, tim melakukan pengamatan hingga undercover buy. Pada 12 Mei malam, tim melakukan undercover buy pada malam hari.

Dalam operasi itu, tim kemudian sukses melaksanakan pengamatan ke dalam area Gang Langgar.

"Yang mana didapatkan dari hasil pengamatan keadaan malam hari di Gang Langgar terdapat 31 sniper (anggota sindikat narkoba nan bekerja sebagai pengawas area kampung narkoba) pada setiap gangnya," tutur Eko.

Keesokan harinya, pada 13 Mei tim melanjutkan penyelidikan pada siang hari. Tim campuran sukses melakukan pengamatan dan penggambaran masuk ke dalam gang Langgar.

Banner Microsite Haji 2026

Selanjutnya, pada 14 Mei, tim melakukan pembuntutan terhadap dua orang mencurigakan nan keluar dari Gang Langgar. Kedua orang itu terus diikuti hingga masuk ke sebuah hotel.

Keduanya pun langsung diringkus. Saat digeledah, ditemukan peluru senapan angin dari saku celana tersangka Hariyanto dan 22 plastik klip berisi sabu hasil pembelian di Gang Langgar dari tersangka Fredhy Septian Akbar.

Dari penangkapan kedua orang itu, polisi melakukan pengembangan dan sukses menangkap 11 tersangka lainnya.

11 tersangka lainnya itu ialah Firnandes namalain Nando selaku bandar narkoba Gang Langgar; Ade Saputra namalain Ayam Jago selaku penjual sabu di loket; Tri Pamungkas dan Hadi Saputra selaku kurir narkoba.

Selanjutnya, Muhammad Tamrin namalain Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin namalain Wiwin, Muhammad Ical namalain Ical, Mustafa namalain Mus, Kamarudin namalain Dorez, Idham Halid namalain Idam selaku sniper alias pengawas di beberapa titik.

Selain itu, empat orang lain nan tetap buron ialah Andes namalain H. Endi selaku pemilik lapak; H. Andi Sudi selaku penyuplai narkoba di Gang Langtar, Malik dan Bripka Dedy Wiratama selaku sniper alias pengawas.

Dari hasil pendalaman sementara, sindikat narkoba di Gang Langgar itu telah beraksi selama 4 tahun dengan omzet Rp200 juta per hari. Saat ini 13 orang dari sindikat itu sudah dibawa ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Regards,

(dis/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional