Polisi: Perang Suku Wamena Dipicu Kecelakaan Anggota DPRD Tahun 2024

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Papua menyatakan perang antasuku nan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan dipicu kasus kecelakaan personil DPRD Lanny Jaya pada 2024 silam.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan saat itu penyelesaian denda budaya buntut kecelakaan tak bisa diselesaikan.

"Kalau ada perihal seperti itu biasanya Pemda turun tangan untuk menanggulangi, apalagi ini korbannya personil DPRD kabupaten. Pada saat itu tidak ada penyelesaian lantaran memang waktu itu (kecelakaan) terjadi pemerintahan ini semuanya pejabatnya Pj, kan enggak bisa mengeluarkan anggaran untuk itu, jadi enggak terbayarlah, enggak sesuai lah ininya nan dirugikan," kata Cahyo saat dihubungi, Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terjadilah perang suku mulai saat itu. Biasanya hanya kecil-kecil, kecil-kecil begitu, sampai puncaknya ini, seperti itu," sambungnya.

Disampaikan Cahyo, pemerintah pusat telah turun tangan untuk menyelesaikan bentrok dengan mengutus Wamendagri Ribka Haluk. Selain itu, Polda Papua juga menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan.

"Kapolda Papua menerjunkan 100 personel Brimob. Selain Brimob Batalyon D nan memang sudah ada di Wamena dan Polres sekaligus dari Kodim dan Batalyon nan ada di sana, abdi negara campuran kan TNI Polri," ucap dia.

Cahyo menyatakan situasi saat ini juga sudah berangsur kondusif pasca perbincangan nan digelar pada Minggu (17/5) kemarin.

Kegiatan itu dihadiri Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan Kombes Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela serta sejumlah pejabat wilayah dan tokoh masyarakat.

"Sekarang masa pemulihan, situasi sudah kondusif, kita tempatkan di tujuh titik personel itu untuk antisipasi menjaga sehingga disekat-sekatlah ibaratnya, penyekatan di tujuh lokasi," tutur Cahyo.

Perang suku di Wamena saat ini dilaporkan telah menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya luka-luka.

Bentrok suku di Wamena ini melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), nan awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah letak di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

"Berdasarkan info pembaruan terbaru korban perang suku nan meninggal bumi 13 orang," kata Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini kepada detikcom, Minggu (17/5).

Sementara dari 19 orang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka tetap dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.

"Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang," katanya.

Pihak kepolisian tetap melakukan jumlah gedung nan dirusak alias dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan penduduk dilaporkan mengungsi.

"Untuk pengungsi total 789 orang diantaranya 298 anak-anak, 122 lansia. Sementara jumlah berasas jenis kelamin 315 laki-laki dan 476 wanita," ungkapnya.

(dis/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional