Polisi Sudah Periksa 36 Saksi Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi telah memeriksa 36 saksi kasus kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

"Saksi nan sudah diperiksa sampai dengan saat ini, interogator telah meminta keterangan dari 36 orang saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (5/5).

Puluhan saksi nan telah dimintai keterangan itu oleh polisi itu antara lain pelapor Luga Cardo Christian Sipayung dan dua saksi dalam laporan polisi yaknk Rendi Ebenzer serta Farrel Ardan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, 11 korban kecelakaan nan telah diperiksa ialah Hendro Efendi Munthe, Heri Septiansah, Ester Rajaguguk, Dinasti Kusuma Wardani, Dwi Apriliana, Siti Maryam, Nuryati, Vira Oktaviani Putri, Ayu Priandari, Suwanto dan Hendro Efendi.

Kemudian juga ada delapan saksi nan berada di letak kejadian.

Mereka di antaranya, Udin T selaku penjaga palang pintu perlintasan, Iwan Seiawan selaku penjaga warung di samping perlintasan rel, Aris Harpan, Lukman Nurhakim dan Prabu Anton Fortalistya selaku penjaga penitipan sepeda motor di sekitar letak kejadian.

Lalu Darkim selaku penduduk nan membantu mendorong taksi, Purwanto selaku Ketua Rukun Warga 05 Duren Jaya, Bekasi Timur serta Cecep Supriyadi, selaku Ketua Rukun Tetangga 03 Duren Jaya, Bekasi Timur,

Polisi juga telah memeriksa Richard Rudolf Passelima, selaku pengemudi taksi Green SM dan Abrar, selaku staf operasional Depot Bekasi milik Taxi Green SM.

Selain itu, pihak operasional perkeretaapian juga telah dimintai keterangan.

Mereka adalah Hendrik selaku Kepala Pusat Pengendali, Mukhlis selaku Pengatur Perjalanan Kereta Api, Rendy selaku Petugas Sinyal, Ading selaku masinis kereta rel listrik, Nofiandi selaku masinis kereta api Argo Bromo, Freddy selaku asisten masinis kereta api Argo Bromo, Eko selaku pengendali perjalanan kereta api dan Sulih Japatudin, selaku masinis kereta rel listrik 5181 B.

"Saksi dari lembaga mengenai Kristian Galuh Eko Prasetyo selaku saksi dari Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Utomo Harmawan selaku Kepala Subdirektorat Angkutan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ridwan Muarief selaku saksi dari Dinas Bina Marga Kota Bekasi dan saksi dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi," tutur Budi.

Dia menerangkan interogator juga bakal melakukan penjelasan dan wawancara terhadap saksi lain mengenai kejadian. Selain itu, bakal mengirim surat kedua dan permohonan menghadirkan saksi kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, mengusulkan permohonan penyitaan peralatan bukti, mengusulkan permohonan pembuatan gambar sketsa tempat kejadian perkara, menghadirkan saksi mahir dari Pusat Laboratorium Forensik, dan menindaklanjuti hasil visum korban dari rumah sakit," ucap dia.

Kecelakaan nan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal bumi dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Insiden itu dipicu mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam KRL nan melintas.

Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berakhir darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam posisi berakhir tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang unik wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.

(dis/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional