Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menangkap dua terduga pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Sinaga alias dikenal Bro Ron nan terjadi Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan korban telah membikin laporan polisi dan sudah diantarkan untuk proses visum. Selain itu, korban dan saksi juga telah dimintai keterangan.
"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk di proses lanjut," kata Braiel kepada wartawan, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pemukulan itu disebut bermulai sekitar pukul 16.22 WIB saat korban berbareng dengan 15 orang lainnya nan merupakan tenaga kerja dari PT Sinergi Karya Sejahtera datang untuk melakukan audiensi ke Kantor Michael Putra dan Partners. Kedatangan mereka mengenai dengan penghasilan para tenaga kerja nan belum dibayarkan.
Namun, audiensi tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di instansi Polsek Metro Menteng.
"Awalnya proses audiensi di letak melangkah dengan kondusif dan kondusif dengan didampingi oleh petugas, sampai dengan muncul sekelompok orang nan tidak dikenal dan tanpa argumen nan jelas melakukan intimidasi dan menghalang-halangi proses audiensi," tutur Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, IptuErlynSumantri.
Erlyn menyebut tindakan sekelompok orang tersebut membikin situasi menjadi panas dan timbul percekcokan. Dalam situasi itu, korban pun menjadi sasaran tindakan pemukulan dari sekelompok orang tersebut.
"Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut," ucap Erlyn.
Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Sinaga alias dikenal Bro Ron menjadi korban pemukulan orang nan mengaku sebagai dua petugas keamanan salah satu firma norma di area Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Ronald menjelaskan kejadian pemukulan itu terjadi saat dirinya mendampingi koleganya melakukan audiensi dengan ketua firma Michael Putra and Partners (MPP) atas dugaan penggelapan biaya PT SKS senilai Rp9 miliar.
Menurut Ronald, koleganya nan merupakan tenaga kerja perusahaan itu, menuntut biaya tersebut ke ketua firma MPP selaku pengelola dana.
Kata Ronald, mulanya koleganya berbareng beberapa tenaga kerja lain, menggelar tindakan di instansi MPP. Lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, tiga orang nan mengatasnamakan keamanan meminta mereka keluar gedung.
"Terjadilah cekcok di antara tiga oknum ini, tenaga kerja SKS, dan saya juga. Tapi akhirnya tiga oknum ini sukses dipukul mundur oleh personil Polsek Menteng nan sudah duluan datang di lokasi," kata Ronald.
Tak berselang lama, kata dia, tiga petugas keamanan itu kembali datang dan terlibat cekcok, dan terjadilah kejadian pemukulan.
"15 menit kemudian, 3 oknum ini naik kembali ke lantai 4 (lokasi Kantor MPP), seketika mulai lagi cekcok. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video," ujarnya.
(dis/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·