Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menangkap pelaku penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara yang melamar pekerjaan di media sosial sebagai babysister di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Iya, pelaku sudah ditangkap saat berada di Surabaya," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Minggu (17/5).
Arya menerangkan bahwa kasus ini bermulai ketika korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Kemudian korban datang ke Makassar dan ditempatkan oleh pelaku di salah satu rumah di Kecamatan Tamalate.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban kemudian mendatangi letak nan ditentukan pelaku dan diberi tahu bahwa pekerjaan sebagai pengasuh anak belum bisa dimulai. Selama menunggu, korban diminta bekerja sementara sebagai pembantu rumah tangga di rumah nan disewa pelaku selama dua hari," ungkapnya.
Namun pada hari ketiga, kata Arya pelaku masuk ke bilik korban dan menakut-nakuti menggunakan pisau cutter. Korban kemudian disekap dengan mulut dan mata dilakban sebelum diperkosa berulang kali.
"Korban sukses melarikan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Selain melakukan kekerasan seksual, pelaku juga diketahui mencuri uang, sepeda motor, dan telepon genggam milik korban," jelasnya.
Setelah kejadian itu, Satreskrim Polrestabes Makassar langsung melakukan pengejaran. Pelaku terdeteksi berada di Surabaya setelah melakukan perjalanan menggunakan kapal.
"Kami bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan penyergapan, dan alhamdulillah pelaku sukses ditangkap," katanya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menyebut pelaku diduga telah menyiapkan modus serupa di Surabaya. Bahkan sebelum tiba di kota tersebut, pelaku sudah kembali memasang lowongan pekerjaan tiruan di FB untuk mencari korban baru.
"Rumah nan digunakan pelaku di Makassar bukan kontrakan jangka panjang, melainkan rumah sewa harian nan sengaja dipakai untuk menjebak korban. Pelaku diketahui menyewa rumah dengan tarif sekitar Rp300 ribu per hari," terangnya.
Meski pelaku mengaku baru pertama kali melakukan tindakan serupa di Makassar, polisi menduga tetap ada korban lain. Selain kasus ini, pelaku juga disebut pernah terlibat pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar.
"Masih kami dalami kemungkinan adanya tindak pidana lain nan pernah dilakukan pelaku. Untuk sementara belum ditemukan indikasi jaringan, pelaku bergerak sendiri," pungkasnya.
(mir/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·