Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri menyebut korban sindikat phishing lintas negara nan melibatkan 2 WNI mencapai 34 ribu orang termasuk penduduk Amerika Serikat (AS).
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan kedua tersangka GWL dan FYTP menjalankan aksinya dengan menggunakan jasa VPS (Virtual Private Server) nan berada di luar negeri.
"Tersangka juga melakukan pemantauan alias monitoring penjualan secara otomatis serta memberikan jasa support teknis bagi pembeli skrip phishing nan mengalami kendala," ujarnya dalam konvensi pers, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan perangkat phishing itu dijual kedua pelaku melalui situs w3llstore.com dengan pembayaran memakai crypto ke rekening GWL biaya itu kemudian diteruskan ke dompet digital milik FYT.
Setelahnya dikonversi ke dalam mata duit Rupiah dan ditarik alias withdraw menggunakan rekening bank pribadi milik tersangka FYT.
"Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri berkoordinasi dan bekerja sama dengan FBI dalam perihal support info dan info identitas pembeli sekaligus pengguna, serta info informasi para korban," jelasnya.
Himawan menjelaskan dari kerja sama itu diketahui total ada 2.440 pelaku kejahatan nan membeli perangkat phishing milik GWL selama periode 2019 sampai dengan 2024.
Seluruh transaksi telah dikonfirmasi menggunakan aset mata uang digital nan tercatat dalam riwayat pembelian.
Selama periode itu, kata dia, terdapat sekitar 34.000 korban nan teridentifikasi pada periode Januari 2023 hingga April 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.000 korban alias kurang lebih 50% persen nan terkonfirmasi mengalami peretasan alias account compromise.
"Termasuk keberhasilan skrip dalam melewati sistem pengamanan berlapis alias Multi-Factor Authentication," tuturnya.
Ia menambahkan dari hasil kajian terhadap 157 korban, sebanyak 53 persen berasal dari Amerika Serikat. Selain itu, Himawan menyebut ada 9 entitas perusahaan dari Indonesia nan menjadi korban.
"Estimasi kerugian para korban nan ditimbulkan dari penggunaan skrip nan dijual oleh tersangka, periode Januari 2023 hingga April 2024, diperkirakan mencapai sekitar 20 juta USD alias sekitar Rp350 miliar," tuturnya.
(tfq/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·