Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |11:08 WIB

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat kerja berbareng Komisi III DPR RI (foto: Okezone)
JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menyatakan Indonesia sukses menekan transaksi gambling online (judol) sepanjang 2025. Bahkan, capaian tersebut disebut sebagai sejarah baru dalam upaya pemberantasan judol di Tanah Air.
Hal itu disampaikan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat rapat kerja berbareng Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Namun, Ivan belum membeberkan secara rinci nomor penurunan transaksi gambling online tersebut.
"Bapak-bapak dan Ibu-ibu, terima kasih. Tahun 2025 adalah sejarah baru dan baru pertama kalinya Indonesia sukses menekan transaksi mengenai gambling online," ujar Ivan.
Lebih lanjut, Ivan mengungkapkan, bahwa PPATK menerima sekitar 43 juta laporan dari pihak pelapor sepanjang 2025. Jumlah tersebut meningkat 22,5% dibandingkan 2024 nan mencapai 35,6 juta laporan.
"Saat ini PPATK menerima 21.861 laporan per jam pada hari kerja. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2024 nan hanya 17.825 laporan per jam," jelasnya.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·