Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto menepis dugaan bahwa rangkaian kunjungan luar negerinya dilakukan sekadar untuk agenda seremonial alias bersenang-senang. Ia menegaskan, lawatan tersebut dijalankan untuk satu kepentingan strategis, mengamankan pasokan minyak bagi Indonesia di tengah tekanan daya global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4). Di hadapan jejeran kabinet, dia menyindir tudingan nan menyebut dirinya terlalu sering berjalan ke luar negeri.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang ke luar negeri. Untuk amankan minyak, ya saya kudu ke mana-mana. Ke Jepang, kita dapat,” ujar Prabowo.
Ia menekankan, langkah serupa belum bakal berhenti. Dalam waktu dekat, Prabowo mengaku kembali dijadwalkan terbang ke luar negeri guna melanjutkan upaya pengamanan pasokan daya nasional.
“Saya mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu saya berangkat, kau tahu saya ke mana, amankan juga,” katanya.
Menurut Prabowo, langkah garang itu diperlukan lantaran situasi daya bumi sedang berada dalam tekanan serius, terutama pada sektor minyak mentah. Kondisi tersebut dipicu gangguan jalur pengedaran global, termasuk setelah Iran menutup Selat Hormuz nan selama ini menjadi salah satu lintasan krusial kapal pengangkut minyak.
Meski akibat langsung ke Indonesia disebut tidak sebesar negara lain, pemerintah menilai langkah antisipasi tetap tak bisa ditunda. Pengamanan pasokan minyak dinilai krusial agar lonjakan nilai daya dunia tidak langsung menghantam masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah.
Karena itu, pemerintah juga memastikan nilai BBM bersubsidi bakal tetap dijaga di level saat ini, setidaknya dalam 12 bulan ke depan. Prabowo pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tugas kepala negara di tengah situasi dunia saat ini jauh dari kata ringan.
“Jangan anggap ini pekerjaan nan enak. nan mau jadi presiden, selamat. Aku sudah terlanjur. Jadi saya kudu kerja keras sekarang ini, enggak ada libur saya,” pungkasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·