Prabowo Ingatkan Elite Pemerintahan: 70 Persen Energi Asia Timur lewat Laut Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 70 Persen Energi Asia Timur lewat Laut Indonesia Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah berbareng jejeran Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, hingga kepala utama BUMN di laman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).(MGN/Kautsar Widya Prabowo)

PRESIDEN Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jejeran pemerintahan soal besarnya posisi strategis Indonesia di peta global. Di tengah krisis pasokan daya dunia, Prabowo menegaskan bahwa laut Indonesia bukan sekadar wilayah geografis, melainkan urat nadi perdagangan dan daya Asia Timur.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Kerja Pemerintah berbareng Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, dan para kepala utama BUMN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Di forum tersebut, Prabowo menyoroti kebenaran bahwa sekitar 70% kebutuhan daya Asia Timur dan 70% arus perdagangan internasional melintasi perairan Indonesia. Menurutnya, kebenaran itu semestinya menjadi sirine bagi seluruh penyelenggara negara agar bekerja dengan tingkat presisi dan tanggung jawab nan jauh lebih tinggi.

“Saudara-saudara, sadarkah kita bahwa sekitar 70% kebutuhan daya Asia Timur dan 70% perdagangan melewati laut-laut Indonesia?” ujar Prabowo.

Ia lampau menekankan tiga jalur laut paling vital, ialah Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar. Ketiganya, kata Prabowo, merupakan wilayah Indonesia nan mempunyai akibat langsung terhadap stabilitas ekonomi dan daya kawasan.

“Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar adalah laut Indonesia? Ini menunjukkan sungguh pentingnya posisi Indonesia. Kita adalah kunci bagi negara-negara seperti Korea, Jepang, Taiwan, Tiongkok, hingga Filipina,” lanjutnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tak bisa lagi memandang dirinya sebagai pemain pinggiran. Dengan posisi geografis nan menentukan, Indonesia disebut selalu berada dalam radar perhatian dunia, terutama negara-negara nan sangat berjuntai pada kelancaran jalur daya dan logistik kawasan.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jejeran pemerintah memahami berat peran tersebut dan tidak bekerja secara rutin tanpa kesadaran strategis. Ia menekankan bahwa negara kudu dikelola secara tepat, kuat, dan andal agar bisa menjawab tantangan dunia nan makin rumit.

“Maksud dan tujuan pengarahan hari ini adalah agar kita menyadari pentingnya peran kita. Kita kudu mengendalikan bangsa ini dengan baik, tepat, dan handal,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo juga menyinggung situasi dunia nan sedang dibayangi krisis dan gangguan pasokan energi. Meski demikian, dia menyebut hasil kajian pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia tetap mempunyai fondasi ekonomi nan cukup kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Beberapa hari lampau kita menggelar rapat-rapat menghadapi kondisi dunia nan penuh krisis dan masalah suplai energi. Setelah kita kaji, rupanya kita punya kekuatan ekonomi nan kuat,” pungkasnya.

Dengan pernyataan itu, Prabowo seolah mau menegaskan satu hal, ketika bumi sedang rapuh, Indonesia justru memegang salah satu titik paling menentukan dalam rantai daya dan perdagangan global. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia