Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di sidang paripurna DPR mengungkapkan kekesalannya lantaran nilai nikel Indonesia selama ini ditentukan oleh negara lain.
"Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh," kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5).
Ia menginstruksikan jajarannya di Kabinet Merah Putih untuk merumuskan nilai nikel dan sejumlah komoditas lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya instruksikan kabinet saya rumuskan nilai nikel, nilai emas. Harga semua tambang kita. Harga semua komoditas kudu ditentukan di negara kita sendiri," katanya.
Prabowo mengatakan lebih baik komoditas Indonesia tidak dijual jika negara-negara lain tidak mau membeli dengan nilai nan ditetapkan.
"Kalau mereka enggak mau beli ya gapapa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti. Daripada kita jual murah," ujarnya.
Pidato Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI hari ini memaparkan "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027".
Dalam pidatonya, presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Dalam dugaan dasar KEM PPKF RAPBN 2027, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi nan bisa untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata duit dunia," ujar Prabowo.
Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, shopping negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.
"Kita bakal berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," ujar Prabowo.
Ini pertama kali presiden memaparkan KEMPPKF RAPBN di depan DPR. Tradisi baru ini dilakukan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penurunan IHSG.
(yoa/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·