Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat dan rakyat Indonesia tidak merasa lemah alias inferior atas bangsa lain.
Ia mengingatkan rakyat Indonesia jangan terlalu meletakkan kekaguman kepada bangsa lain nan dinilai kaya tapi kekayaannya didapat dari menjajah bangsa lain.
"Hendaknya jangan kita terlalu kagum ke bangsa-bangsa nan kayanya dari merampas bangsa-bangsa lain," kata Prabowo di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyatakan bangsa-bangsa itu kerap kontradiktif antara tindakan dan ucapan.
Ia menyebut mereka seakan mengajarkan bangsa lain, tapi pada praktiknya juga tidak menerapkan nilai baik nan mereka percaya.
Ia mencontohkan misalnya Belanda nan selama 400 tahun lamanya menjadi negara dengan pendapatan per kapita terkaya sedunia.
Prabowo pun menyebut perihal itu tak terlepas dari imperialisme dan kolonialisme Belanda nan menjajah wilayah Indonesia nan kaya bakal sumber daya alam saat itu.
"Saya tidak ajak kita untuk tidak suka siapapun. saya tidak ajak kita tidak suka bangsa-bangsa lain, tidak. Bahkan saya ajak kita belajar, tapi juga kita kudu belajar dari sejarah," ucap dia.
Pidato Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI hari ini memaparkan "Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027".
Dalam pidatonya, presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Dalam dugaan dasar KEM PPKF RAPBN 2027, pemerintah juga menargetkan inflasi di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Dari sisi nilai tukar, rupiah ditargetkan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi nan bisa untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata duit dunia," ujar Prabowo.
Terkait APBN, tahun depan pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, shopping negara 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB, dan defisit dijaga di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB.
"Kita bakal berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit," ujar Prabowo.
Ini pertama kali presiden memaparkan KEMPPKF RAPBN di depan DPR. Tradisi baru ini dilakukan di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar dan penurunan IHSG.
(mnf/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·