Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Kamis (9/4).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan percepatan elektrifikasi nasional dengan tambahan kapabilitas listrik hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Program ini disebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Kamis (9/4). Ia menegaskan keputusan tersebut telah final dan segera dijalankan.
“Jadi saya sudah putuskan dan bakal kita jalankan program elektrifikasi 100 gigawatt. 100 gigawatt nan kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun,” ujar Prabowo, seperti disaksikan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4).
Sejalan dengan kebijakan itu, pemerintah juga berencana menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Seluruh pembangkit berbasis solar, terutama nan berada di bawah PLN, bakal ditutup secara bertahap.
“Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar. Tidak. Dengan itu kita bakal tutup pembangkit listrik tenaga diesel, 13 buah,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, penutupan PLTD bakal berakibat langsung pada penghematan daya nasional. Dari langkah tersebut saja, pemerintah memperkirakan konsumsi minyak bisa ditekan hingga 200 ribu barel per hari.
“Dari menutup itu kita bakal menghemat 200 ribu barel sehari. Kita tetap perlu impor sekarang ini 1 juta barel sehari,” ujarnya.
Jika proyeksi itu tercapai, kebijakan penutupan PLTD berpotensi memangkas sekitar 20 persen kebutuhan impor BBM. Pemerintah menilai tambahan kapabilitas listrik 100 gigawatt bakal memperbesar efisiensi dan mengurangi ketergantungan terhadap daya impor.
“Dengan kita tutup PLTD kita menghemat langsung 20 persen. Dan dengan kelak 100 gigawatt kita juga bakal menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” kata Prabowo.
Ia optimistis sasaran tersebut bisa dicapai lantaran Indonesia mempunyai sumber daya daya nan besar. Menurutnya, potensi itu menjadi modal utama untuk mewujudkan kemandirian daya dalam waktu relatif singkat.
“Kita punya kekuatan besar, kita benar-benar, sungguh-sungguh. Kita bakal mandiri, kita bakal kuat, kita bakal berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujarnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·