
Prabowo: Kekayaan Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri Jadi Penyebab Gaji Guru Kecil (Foto: Setpres)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penyebab penghasilan pekerja, termasuk guru, aparatur sipil negara (ASN) hingga abdi negara penegak norma kecil.
Prabowo mengatakan, sekitar USD343 miliar alias setara Rp5.500 triliun kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri dalam kurun 22 tahun terakhir, sehingga, kondisi itu menjadi salah satu penyebab terbatasnya keahlian fiskal negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan Indonesia selama bertahun-tahun secara konsisten mencatat surplus perdagangan lantaran nilai ekspor nasional selalu lebih besar dibanding impor. Menurutnya, kondisi itu semestinya membikin Indonesia tidak pernah mengalami krisis ekonomi.
Namun demikian, Presiden menilai faedah ekonomi dari surplus perdagangan tersebut belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri akibat aliran kekayaan nasional ke luar negeri melalui beragam sistem perdagangan dan investasi.
"Tapi apa nan terjadi? nan terjadi adalah untung kita selama 22 tahun adalah USD436 miliar, nan keluar adalah USD343 miliar. Ini angka-angka dari PBB. Berarti selama 22 tahun kekayaan kita nan tinggal di Indonesia adalah USD436 miliar dikurangi USD343 miliar," kata Prabowo.
"Saudara-saudara sekalian, ini sebabnya gaji-gaji pembimbing kecil, gaji-gaji abdi negara penegak norma kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini nan selalu membikin anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya," lanjutnya.
Prabowo juga menyoroti praktik under invoicing nan disebut telah berjalan selama puluhan tahun, ialah pelaporan nilai transaksi ekspor di bawah nilai sebenarnya sehingga sebagian untung dan devisa tidak tercatat secara penuh di dalam negeri.
"Selama 34 tahun apa nan terjadi? nan terjadi adalah apa nan disebut under invoicing. Under invoicing adalah sebenarnya fraud alias penipuan. nan mereka jual, nan dijual oleh pengusaha-pengusaha tidak dilaporkan nan sebenarnya," ujar Prabowo.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·