Prabowo Minta Arab Saudi Sediakan Terminal Khusus untuk Jamaah Haji Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Prabowo Minta Arab Saudi Sediakan Terminal Khusus untuk Jamaah Haji Indonesia Petugas melakukan penggantian kain penutup Ka'bah alias kiswah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Rabu (19/7/2023).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengusulkan permohonan kepada Kerajaan Arab Saudi agar tersedia terminal unik di airport untuk jamaah haji Indonesia. Tujuannya agar memperlancar proses masuk dan keluar para tamu Allah secara lebih sigap dan efisien.

"Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal unik haji. Jadi, kelak terminal itu unik untuk haji kita agar bisa lebih sigap masuk dan keluar," ujar Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (8/4).

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa mulai tahun ini, antrean haji di Indonesia bakal dipersingkat, sehingga masa tunggu maksimal menjadi 26 tahun, turun signifikan dari sebelumnya nan mencapai 48 tahun.

"Saya bakal berjuang untuk lebih ringkas lagi," tambahnya.

Presiden Prabowo juga menyinggung rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Menteri Agama Nasaruddin Umarantara, ialah COO Dony Oskaria dan CTO Sigit P. Santosa.

Ketiganya mengonfirmasi bahwa Pemerintah Indonesia melalui Danantara telah mengamankan lahan seluas 45 hektare untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia.

"Kita bakal bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, nan bisa menampung (jamaah haji Indonesia)," jelas Presiden.

Dalam kesempatan nan sama, mengenai efisiensi biaya haji, Presiden memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan untuk melaporkan progres pembentukan perusahaan patungan antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Presiden menekankan bahwa perusahaan patungan ini dapat menekan biaya haji sekaligus memberikan untung bagi kedua maskapai nasional.

"Dua bulan. Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jamaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jamaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50% Arab Saudi, 50% Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Jika wacana ini terwujud, maka pesawat Garuda nan membawa jamaah haji ke tanah suci bisa kembali dengan membawa penumpang, begitu pula pesawat Saudi nan mengantar jamaah pulang ke Indonesia bisa kembali penuh penumpang ke Arab Saudi.

Presiden juga mengingatkan Glenny bahwa petunjuk tersebut telah diberikan dua bulan sebelumnya.

"Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan nan lalu. Ya, ini kudu kerja cepat, kelak Dirut Garuda menghadap saya," ujar Presiden kepada Glenny. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia