Prabowo Pangkas Biaya Haji 2026 Sebanyak Rp2Juta

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Prabowo Pangkas Biaya Haji 2026 Sebanyak Rp2Juta Presiden Prabowo Subianto (kanan).(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Prabowo Subianto memastikan pemerintah bakal menurunkan biaya haji pada 2026, di tengah tekanan kenaikan biaya daya global. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap ibadah haji.

"Sudah kita putuskan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026, selain pemerintah Arab Saudi menentukan lain, jika kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta," kata dia dalam taklimat Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).

"Walaupun nilai avtur naik, tapi kita berani turunkan haji tahun ini, demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," lanjutnya.

Selain soal biaya, pemerintah juga menargetkan perbaikan sistem antrean. Prabowo menyebut waktu tunggu haji mulai dipangkas signifikan dibandingkan sebelumnya.

"Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah antrean haji tidak lagi 48 tahun, mulai 2026 antrean haji paling lama 26, saya berjuang untuk lebih ringkas lagi," terangnya.

Langkah lain nan disiapkan adalah penguatan akomodasi di Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Indonesia disebut telah mempunyai lahan di Mekkah nan bakal dimanfaatkan sebagai area unik jemaah.

"Untuk pertama kali dalam sejarah, Indonesia diberi kehormatan, kita sekarang sudah punya lahan di Mekkah. Lahannya adalah sekitar 45 Ha. nan lama dan nan baru, total 45 Ha" jelas Prabowo.

Di atas lahan tersebut, pemerintah berencana membangun kampung haji komplit dengan beragam akomodasi pendukung. Selain itu, Indonesia juga mengusulkan pembangunan terminal unik haji untuk mempercepat proses keberangkatan dan kepulangan jemaah.

"Di 45 Ha itu kita bikin kampung haji, sekian belas menara. Saya sudah mengusulkan dan di prinsip disetujui, saya minta izin dari kerajaan Arab Saudi untuk punya terminal unik haji, jadi kelak terminal unik itu untuk haji kita agar bisa sigap masuk dan keluar," jelasnya.

Efisiensi juga dibidik di sektor transportasi udara. Prabowo mengungkap rencana kerja sama antara maskapai nasional dan Arab Saudi untuk mengoptimalkan penerbangan haji nan selama ini dinilai tidak efisien.

“Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air agar Garuda dan Saudi Air bikin Joint Venture. Jadi selama ini Garuda membawa haji berangkat, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian, dia mengembalikan haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya katakan, kenapa gak kerja sama, 50% Saudi, 50% Indonesia. Pesawat terbang ke Arab penuh, ke Indonesia penuh," terangnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut telah diperintahkan sejak beberapa bulan lampau dan sekarang didorong untuk segera direalisasikan. Pemerintah menargetkan percepatan penerapan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu dekat. (Mir/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia