Presiden Prabowo Subianto (kanan).(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan penyebaran hoaks dan tuduhan melalui media sosial berpotensi merusak suatu negara, terutama dengan support perkembangan teknologi digital.
"Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks," kata Prabowo dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah personil Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Presiden menjelaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kepintaran buatan (AI) dan sistem informatika digital, memungkinkan seseorang mempunyai banyak akun dalam jumlah besar.
Dengan support perangkat nan relatif tidak terlalu mahal, ujar Prabowo, akun-akun tersebut dapat diperbanyak sehingga menimbulkan kesan seolah-olah berasal dari banyak pihak.
Kepala Negara mengungkapkan kondisi tersebut dapat menciptakan pengaruh kemandang atau echo chamber, nan bisa memperbesar suatu rumor hingga terlihat masif, meskipun pada awalnya hanya berasal dari golongan kecil.
"Jadi, nan agak repot mungkin 100 orang, 200 orang, mungkin 1000 orang, mungkin 5000 orang bisa bikin heboh. Nah ini namanya echo chamber. Ada ini dalam pembelajaran intelijen, ini ada, gimana merusak sebuah negara lain," kata Prabowo.
Cara tersebut dinilai menjadi corak baru dari ancaman, nan berbeda dengan pendekatan konvensional di masa lalu. Presiden Prabowo mengumpulkan jejeran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri, wakil menteri hingga pejabat setingkat eselon I kementerian/lembaga, di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu, untuk menyampaikan taklimat secara langsung.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan Presiden mau menyampaikan langsung pengarahan kepada seluruh jejeran pejabat agar terdapat kesamaan pemahaman dalam penyelenggaraan kebijakan pemerintah.
"Bapak Presiden merasa krusial untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, lantaran kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jejeran di bawahnya," ujarnya.
Dia menambahkan Presiden bakal menyampaikan hal-hal strategis mengenai kebijakan pemerintah dan penyelenggaraan negara, termasuk perkembangan situasi terkini. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·