Prabowo Sebut Sebuah Bangsa Perlu Sikap Keras Kepala untuk Menjaga Prinsip

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Prabowo Sebut Sebuah Bangsa Perlu Sikap Keras Kepala untuk Menjaga Prinsip Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah berbareng Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebuah bangsa tidak selalu bisa bersikap lunak dalam menghadapi tekanan. Dalam situasi tertentu, menurut dia, sikap keras kepala justru diperlukan untuk menjaga prinsip, mempertahankan martabat, dan memastikan kedaulatan tidak diganggu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah berbareng Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para kepala utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

“Bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala itu dibutuhkan,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung penilaian publik terhadap dirinya nan kerap dianggap mempunyai karakter keras kepala. Alih-alih menepis, Prabowo memilih menanggapinya dengan santai. Ia apalagi sempat melontarkan gurauan dengan mengetuk kepalanya sendiri sembari tertawa.

Namun di kembali candaan itu, pesan nan disampaikan cukup tegas, bangsa nan mau memperkuat tidak boleh mudah goyah hanya lantaran tekanan, ancaman, alias opini dari luar.

Prabowo lampau mencontohkan Iran sebagai bangsa nan kerap dipersepsikan mempunyai karakter keras kepala lantaran tetap memperkuat meski berulang kali berada di bawah ancaman.

“Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran keras kepala. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi,” kata dia.

Menurut Prabowo, Indonesia juga lahir dari watak serupa. Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa dan para pemimpin terdahulu menunjukkan sikap tak kompromistis ketika berhadapan dengan kolonialisme dan ancaman terhadap kemerdekaan.

Bagi Prabowo, kemerdekaan Indonesia bukan dibangun oleh karakter nan ragu-ragu, melainkan oleh keberanian untuk menolak tunduk. Sikap itulah yang, dalam pandangannya, membikin bangsa ini bisa berdiri tegak hingga hari ini.

“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. Lebih baik meninggal daripada dijajah kembali. Tidak mau kita dijajah kembali. Pemimpin-pemimpin kita keras kepala. Merah Putih nilai mati, enggak ada itu urusan,” ucapnya.

Taklimat di Istana itu sendiri digelar untuk menyatukan pemahaman seluruh jejeran pemerintahan mengenai arah kebijakan negara. Presiden mengumpulkan para menteri, wakil menteri, pejabat eselon I, hingga ketua BUMN agar tidak ada perbedaan tafsir dalam menjalankan agenda pemerintah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan, Presiden mau menyampaikan langsung pengarahan strategis kepada seluruh unsur pemerintahan, termasuk soal kebijakan nasional dan perkembangan situasi terkini.

Lewat forum itu, Prabowo tak hanya memberi pengarahan teknokratis, tetapi juga menegaskan sikap dasar nan dia anggap penting, bangsa ini tidak boleh kehilangan ketegasan ketika berhadapan dengan tantangan besar. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia