Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengungkap terdapat duit Rp39 triliun di rekening-rekening nan tidak jelas pemiliknya dan dalam penguasaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Hal tersebut Prabowo sampaikan saat menghadiri penyerahan duit sebesar Rp10,27 triliun dari penagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Prabowo menyebut duit tersebut kemungkinan besar hasil dari kejahatan korupsi maupun tindak pidana lainnya dan. Ia pun menyinggung kemungkinan para koruptor dan pelaku pidana itu mempunyai istri muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang-uang (total sampai Rp39 triliun) nan tidak jelas, para koruptor alias para pidana itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia alias sudah meninggal. Uangnya ketinggalan di rekening-rekening enggak jelas, mungkin dia banyak istri muda, alias peliharaan-peliharaan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya enggak tahu, bahwa dia punya duit di bank-bank tersebut," kata Prabowo di Kejagung, Rabu (13/5).
Prabowo mengklaim duit puluhan triliun itu tidak diurus lagi oleh nan memilikinya. Oleh lantaran itu, dia memerintahkan duit tersebut dipindahkan dan dipakai untuk kepentingan rakyat.
Menurut Prabowo, Satgas PKH juga bakal kembali menyetor duit sekitar Rp11 triliun lagi pada bulan depan berbarengan dengan duit sekitar Rp39 triliun dari PPATK.
"Sudah sekian tahun tidak diurus, ya saya katakan jika sudah sekian tahun tidak diurus, dan sudah satu tahun kita umumkan-umumkan, enggak ada nan datang, ya sudah pindahin untuk rakyat. Bulan depan kurang lebih ada Rp49 triliun," ujarnya.
Prabowo menyebut duit Rp49 triliun kelak juga bisa dipakai untuk memperbaiki Puskesmas nan ada di seluruh Indonesia.
"Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 Puskesmas, (dengan) Rp10 triliun. Kalau bulan depan betul nan masuk Rp10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berfaedah Rp49 triliun. Berarti semua Puskesmas dengan mudah kita perbaiki," katanya.
(tfq/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·