Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto terlihat terpukau saat meninjau Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5) pagi.
Prabowo memulai kunjungannya dengan memasuki rumah peninggalan Marsinah dan disambut family Marsinah serta penduduk setempat. Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat menyapa family dan penduduk nan memadati area rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyapa warga, Prabowo berkeliling rumah dan memandang langsung bilik peninggalan Marsinah nan dipertahankan seperti kondisi aslinya.
Setelah itu, Prabowo memasuki gedung museum berbareng Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Prabowo tampak terpukau saat mendengar penjelasan Andi Gani soal pembangunan museum nan disebut rampung hanya dalam waktu empat bulan tanpa menggunakan biaya APBN.
"Kami bangun dalam waktu hanya dalam 4 bulan, kami bangun museum sekaligus rumah singgah untuk peziarah dan kami gratiskan," kata Andi kepada Prabowo saat mendampingi peninjauan museum.
[Gambas:Video CNN]
Di dalam museum, Prabowo memandang sejumlah peralatan peninggalan Marsinah, mulai dari baju hingga tas terakhir nan digunakan aktivis pekerja tersebut.
Prabowo juga tampak membaca dengan saksama tulisan di tembok museum nan menjelaskan perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Selain itu, Prabowo memandang pengarsipan digital perjalanan kasus Marsinah nan ditampilkan melalui layar interaktif di museum.
Prabowo juga beberapa kali terlihat berakhir cukup lama saat memandang bagian museum nan memuat testimoni rekan-rekan Marsinah serta rekam jejak perjuangannya memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk kenaikan bayaran harian, tunjangan hari raya, hingga kewenangan libur mengandung dan kesehatan pekerja.
Tak hanya itu, Prabowo turut memandang sejumlah peralatan peninggalan lain seperti sepeda nan digunakan Marsinah semasa hidup.
Ia juga meninjau rumah singgah nan disediakan cuma-cuma untuk para peziarah nan datang ke Museum Marsinah.
Di salah satu perspektif museum, Prabowo memandang piagam penghargaan Pahlawan Nasional nan diberikannya kepada Marsinah pada 10 November 2025 lampau dipajang di area pameran.
Andi Gani sebelumnya mengatakan Museum dan Rumah Singgah Marsinah dibangun sebagai ruang edukasi perjuangan pekerja sekaligus tempat singgah bagi para peziarah.
"Rumah singgah nan kami buat untuk para peziarah nan tidak mendapatkan penginapan. Digratiskan, tapi maksimal hanya satu malam, agar tidak menjadi tempat tinggal," ujar Andi, Jumat (15/5).
Marsinah merupakan aktivis pekerja wanita nan tewas pada 1993 dan dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia. Tahun lalu, pemerintah resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah melalui Keputusan Presiden nan diteken Prabowo.
(lau/chri)
Add
as a preferred source on Google
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·