Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah.(Youtube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah dan menilai tragedi tersebut semestinya tidak perlu terjadi andaikan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dijalankan dengan baik. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah nan dibunuh secara biadab lantaran memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi lantaran negara kita didirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ujar Prabowo.
Presiden mengatakan Indonesia dibangun di atas prinsip persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Prabowo, nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945, termasuk melalui Pasal 33 nan menempatkan sistem ekonomi nasional berasas asas kekeluargaan.
Ia menilai prinsip tersebut menegaskan bahwa golongan nan kuat mempunyai tanggung jawab membantu golongan nan lemah. Presiden menyebut buruh, petani, nelayan, abdi negara negara, tentara, dan polisi merupakan bagian dari rakyat nan kudu dilindungi negara.
Sementara itu, para pemimpin, politisi, dan birokrat disebut hanya menerima mandat dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan.
Aparat Diminta Mengabdi kepada Rakyat
Prabowo juga mengingatkan abdi negara negara, termasuk tentara dan polisi, agar memahami bahwa seluruh akomodasi dan kehormatan nan mereka miliki berasal dari rakyat.
“Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat,” kata Prabowo.
Menurutnya, jika nilai dasar bernegara betul-betul dipahami dan diresapi, maka tindakan pelanggaran terhadap rakyat tidak perlu terjadi. Ia pun berterima kasih kasus nan menimpa Marsinah terjadi di masa lampau dan berambisi menjadi pelajaran untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengaku merasa terhormat mendapat kesempatan menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah menerima usulan berbareng dari organisasi buruh. Prabowo juga menyinggung tetap adanya pola pikir sebagian pelaku upaya nan terlalu berorientasi pada untung besar dengan mengabaikan nilai kemanusiaan.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak sesuai dengan semangat berdirinya Republik Indonesia. Prabowo kemudian membujuk bumi upaya membangun semangat Indonesia Incorporated nan disebutnya sebagai konsep negara kekeluargaan.
“Seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan seluruh pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dengan keberanian dan komitmen nan kuat. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·