Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 16 Mei 2026 : 19 Daerah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 19 Daerah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem  Gunung Merbabu terpantau diselimuti kabut dan berawan pada Sabtu (16/5), pagi, cuaca ekstrem berpotensi di sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut(Akhmad Safuan/MI)

PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 16 Mei 2026, cuaca ekstrem ialah hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 19 wilayah di Jawa Tengah.

Cuaca di Jawa Tengah pada pagi umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan dengan intensitas ringan-sedang berkesempatan mengguyur di sejumlah area dengan waktu bervariasi. Adapun cuaca ekstrem berpotensi di 19 wilayah di area pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian tengah, Solo Raya dan sebagian Pantura.

"Waspadai musibah hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai akibat cuaca ekstrem tersebut," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida Sabtu (16/5).

Daerah-daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, menurut Risca Maulida, ialah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Slawi, Magelang, Salatiga, Majenang dan Ambarawa.

Sedangkan wilayah lainnya di Jawa Tengah condong berkesempatan diguyur hujan ringan-sedang, ungkap Risca Maulida, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 3-27 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-35 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 45-95 persen.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan bahwa selain gelombang ydi perairan utara dan selatan, cuaca be Erawan dan hujan ringan juga berjalan di perairan tersebut, sehingga diminta penduduk beraktivitas di perairan tetap waspada terutama saat kecepatan angin sangat tinggi.

"Cuaca nan kurang baik ini juga, membikin sejumlah letak wisata pantai mengalami penurunan jumlah pengunjung," ujar Shafira Tsanyfadhila. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia