
Ilustrasi ibu mengandung dengan pregnancy nose. (Foto: dok Freepik/senivpetro)
JAKARTA - Perubahan bentuk kerap terjadi pada ibu hamil, salah satunya hidung nan tiba-tiba terlihat lebih besar, bengkak, alias melebar? Dilansir dari Healthline, kondisi ini sering disebut sebagai pregnancy nose alias di Indonesia berkawan dijuluki hidung jambu.
Meski kadang mengganggu bagi ibu hamil, tapi tenang, kondisi ini wajar dan normal. Pregnancy nose ini nyata terjadi dan berkarakter sementara selama masa kehamilan. Nah, sebenarnya apa nan menyebabkan hidung jambu pada ibu hamil? Yuk, simak penjelasan singkatnya di bawah ini!
Apa Itu Pregnancy Nose?
Perubahan corak hidung pada ibu mengandung menjadi lebih besar, bengkak, alias kemerahan. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Tak perlu khawatir, selama masa kehamilan mungkin wajah bakal berubah di area hidung, namun bakal kembali normal setelah melahirkan.
Penyebab utama dari hidung jambu ini bukanlah penambahan lemak, melainkan kombinasi dari perubahan hormon dan sistem peredaran darah selama kehamilan:
- Lonjakan Hormon Estrogen: Selama hamil, tubuh memproduksi hormon estrogen dalam jumlah besar. Hormon ini memicu pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah mini nan ada di dalam rongga dan jaringan hidung.
- Peningkatan Volume Darah: Tubuh ibu mengandung memproduksi darah hingga 50 persen lebih banyak untuk mendukung janin. Aliran darah nan meningkat drastis ini membikin area nan kaya pembuluh darah, seperti hidung, menjadi lebih penuh dan membengkak.
- Retensi Cairan (Edema): Ibu mengandung sangat rentan mengalami penumpukan cairan. Jika biasanya cairan menumpuk di kaki alias jari tangan, pada beberapa wanita, cairan ini juga berkumpul di jaringan wajah dan hidung.
Pelebaran pembuluh darah ini juga menjadi argumen kenapa ibu mengandung sering mengalami hidung tersumbat alias apalagi epistaksis ringan.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·