Presiden Iran: Gencatan Senjata dengan AS Bisa Sia-Sia karena Serangan Israel ke Libanon

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Gencatan Senjata dengan AS Bisa Sia-Sia lantaran Serangan Israel ke Libanon ondisi Libanon usai serangan sadis Israel.(Al Jazeera)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan serius bahwa berlanjutnya agresi militer Israel ke Libanon dapat membikin negosiasi gencatan senjata antara pihaknya dengan Amerika Serikat (AS) menjadi "sia-sia".

Melalui media sosial X pada Kamis (9/4), Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak bakal tinggal tak bersuara memandang situasi di Libanon terus memburuk.

"Berlanjutnya serangan bakal membikin negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak bakal meninggalkan saudaranya di Libanon," tegas Pezeshkian.

Senada dengan Presiden, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Libanon dan "Poros Perlawanan" merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata. Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk memperkuat posisi Iran.

"Libanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," ujar Ghalibaf.

Ia memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan nan tengah dibangun bakal memicu akibat serius. "Pelanggaran gencatan senjata berarti ada nilai nan kudu dibayar dan bakal ada jawaban nan kuat," tambahnya, sembari mendesak agar bentrok segera dihentikan sebelum meluas.

Eskalasi di Tengah Upaya Damai

Ketegangan ini memuncak setelah pasukan Israel meningkatkan intensitas serangan ke Libanon sejak Rabu (8/4). Padahal, saat ini tengah melangkah masa gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran nan dimediasi oleh Pakistan.

Gencatan senjata tersebut awalnya dipandang sebagai pembuka jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang nan melibatkan Washington, Tel Aviv, dan Teheran sejak akhir Februari lalu.

Namun, muncul perbedaan interpretasi nan tajam:

  • Islamabad & Teheran: Memandang gencatan senjata mencakup wilayah Libanon.
  • Washington & Tel Aviv: Menepis klaim tersebut dan memisahkan bentrok Libanon dari negosiasi utama.

Krisis Kemanusiaan di Libanon

Dampak dari serangan udara Israel pada Rabu dilaporkan sangat mematikan. Otoritas Pertahanan Sipil Libanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam satu hari serangan.

Di tengah situasi nan genting, delegasi AS dan Iran dijadwalkan bakal berjumpa untuk perundingan "langsung" di Islamabad pada Sabtu (11/4). Pertemuan ini bermaksud untuk mencapai gencatan senjata permanen guna mengakhiri eskalasi di area tersebut. (Ant/Anadolu/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia