Presiden Perintahkan Waka BGN Bidang Investigasi, Tertibkan Dapur/SPPG tak Layak

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Presiden Perintahkan Waka BGN Bidang Investigasi, Tertibkan Dapur/SPPG tak Layak Presiden Prabowo Subianto memberi taklimat saat Rapat Kerja Pemerintah dengan Kabinet Merah Putih berserta seluruh Eselon I K/L dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan agar dapur-dapur alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) ditertibkan. Hal itu dikatakakan Prabowo saat menyalami Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang seusai rapat kerja dengan personil Kabinet Merah Putih, Eselon I Kementerian, dan Lembaga, serta para Dirut BUMN.

“Presiden perintahkan agar dapur-dapur nan jelek alias tidak mengikuti juknis ditertibkan,” kata Nanik, Rabu (8/4).

Nanik juga melaporkan ke Presiden bahwa dia terus melakukan suspend alias penutupan sementara untuk SPPG-SPPG nan tidak sesuai juknis, menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk juga jika ada mitra nan melakukan mark up nilai bahan baku serta memonopoli penyuplai, dan lain-lain. 

“Bagus lanjutkan terus,” kata Presiden sembari mengacungkan jempol seperti ditirukan Nanik.

Tak hanya memerintahkan penertiban SPPG, presiden juga meminta agar pemberian MBG diarahkan ke para penerima faedah nan memang kudu diperbaiki gizinya. 

“Jadi jika anak-anak orang mampu, kan tidak memerlukan MBG lantaran orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi nan baik di rumahnya,” jelas Nanik sembari menambahkan bahwa dia bakal membentuk tim untuk menyisir penerima MBG agar tepat sasaran dan tidak mubazir.

Presiden juga menekankan agar penyelenggaraan MBG tidak dilakukan secara memaksa, khususnya bagi golongan masyarakat bisa maupun sekolah nan menyatakan tidak memerlukan program tersebut tidak boleh dipaksa untuk menerima.

“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG kudu difokuskan kepada anak-anak nan betul-betul memerlukan perbaikan gizi,” jelas Nanik.

Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program ini betul-betul efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi golongan rentan.

“Kami mau memastikan MBG tepat sasaran dan memberi akibat nyata. Karena itu, pengawasan dan pertimbangan bakal terus kami perkuat agar program ini melangkah optimal,” tutup Nanik. (RO/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia