Bek Barcelona Pau Cubarsi (kanan) berduel dengan gelandang Atletico Madrid Obed Vargas di laga leg pertama perempat final Liga Champions.(AFP/Pierre-Philippe MARCOU)
NAMA Pau Cubarsi mendadak menjadi sorotan, namun bukan lantaran performa gemilangnya nan biasa dipuji. Bek muda masa depan Barcelona ini kudu menelan pil pahit setelah diganjar kartu merah dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid di Spotify Camp Nou.
Kekalahan 0-2 Blaugrana di kandang sendiri diperparah dengan pengusiran Cubarsi, nan membikin skuad didikan Hansi Flick kesulitan membendung serangan kembali efektif dari Los Rojiblancos. Gol dari Julian Alvarez (45') dan Alexander Sorloth (70') memastikan kemenangan tim tamu dalam malam nan kelam bagi publik Catalan.
Profil dan Perjalanan Karier Pau Cubarsi
Lahir di Estanyol, Spanyol, pada 22 Januari 2007, Pau Cubarsi merupakan produk original akademi kenamaan Barcelona, La Masia. Ia berasosiasi dengan sistem muda Barca pada tahun 2018 setelah sebelumnya menimba pengetahuan di Girona. Cubarsi dikenal sebagai bek modern nan mempunyai keahlian membaca permainan di atas rata-rata pemain seusianya.
Di bawah pengarahan Hansi Flick, Cubarsi menjadi pilar krusial di lini pertahanan. Kemampuannya dalam melakukan build-up serangan dari lini belakang dan ketenangannya saat menguasai bola membuatnya sering dibanding-bandingkan dengan legenda klub, Gerard Pique.
Biodata Singkat Pau Cubarsi:
- Nama Lengkap: Pau Cubarsi Paredes
- Tanggal Lahir: 22 Januari 2007
- Posisi: Bek Tengah (Centre-back)
- Klub: FC Barcelona
- Nomor Punggung: 2 (atau sesuai pendaftaran skuad terbaru)
- Kekuatan Utama: Intersep, Akurasi Umpan, Visi Bermain
Momen Kartu Merah di Perempat Final
Pertandingan melawan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions musim ini semestinya menjadi panggung pembuktian kematangan Cubarsi di level Eropa. Namun, sebuah kejadian pelanggaran keras nan berujung kartu merah langsung mengubah jalannya laga. Kehilangan satu pemain di lini belakang membikin organisasi pertahanan Barcelona goyah, nan kemudian dimanfaatkan dengan sempurna oleh pasukan Diego Simeone.
Meski melakukan kesalahan fatal di laga krusial ini, banyak analis meyakini bahwa ini adalah bagian dari proses pendewasaan bagi bek nan baru berumur 19 tahun tersebut. Dukungan dari Hansi Flick dan rekan setimnya diharapkan bisa membangkitkan mentalitas Cubarsi untuk laga-laga mendatang.
Statistik Pertandingan: Barcelona vs Atletico Madrid
| Skor Akhir | 0 | 2 |
| Pencetak Gol | - | J. Alvarez (45'), A. Sorloth (70') |
| Kartu Merah | Pau Cubarsi | 0 |
| Stadion | Spotify Camp Nou, Barcelona | |
Kini, Barcelona kudu berjuang ekstra keras pada leg kedua di Madrid tanpa kehadiran Cubarsi nan dipastikan tidakhadir akibat hukuman kartu merah tersebut. Hansi Flick kudu segera memutar otak untuk menambal lubang di jantung pertahanan demi menjaga asa lolos ke semifinal Liga Champions.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kepintaran buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi kebenaran oleh redaksi.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·