
Unai Emery sukses pimpin Aston Villa juara Liga Europa 2025-2026. (Foto: UEFA)
PROFIL Unai Emery, pembimbing Aston Villa sang spesiali Juara Europa League menarik untuk dibahas. Ya, keberhasilan Villa menumbangkan Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final Liga Europa 2025-2026 di Istanbul, Kamis (21/5/2026) awal hari WIB, menegaskan Unai Emery adalah raja diraja kejuaraan kasta kedua Eropa.
Trofi Liga Europa 2025-2026 ini sekaligus menyudahi penantian panjang The Villans selama 44 tahun untuk kembali merayakan gelar juara di benua biru. Sementara bagi Emery, kemenangan itu menjadi trofi Liga Europa kelimanya, terbanyak dalam sejarah Liga Europa.
1. Profil Emery
Lahir dengan nama komplit Unai Emery Etxegoien pada 3 November 1971, laki-laki berumur 54 tahun ini mengawali pekerjaan kepelatihannya di Lorca Deportiva sebelum akhirnya mencuri perhatian saat membawa Almeria finis di posisi kedelapan La Liga. Ia kemudian mematangkan reputasinya dengan meloloskan Valencia ke Liga Champions selama tiga musim berturut-turut.
Selepas petualangan singkat nan kurang mulus di Spartak Moscow pada tahun 2012, Emery kembali ke tanah matador untuk menukangi Sevilla. Di sinilah kisah cintanya dengan Liga Europa dimulai secara luar biasa melalui torehan three-peat alias tiga gelar beruntun.
Pada Liga Europa 2013-2014, Sevilla keluar sebagai juara usai mengalahkan Benfica lewat drama adu penalti (4-2) setelah bermain seri tanpa gol. Musim depannya, Sevilla menumbangkan tim kejutan asal Ukraina, Dnipro, lewat duel sengit nan berhujung dengan skor 3-2 pada final Liga Europa 2014-2015.
Unai Emery bawa Aston Villa juara Liga Europa 2025-2026. (Foto: UEFA)
Kemudian di Liga Europa 2015-2016, Sevilla embalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dari Liverpool besutan Jurgen Klopp untuk mengunci kemenangan 3-1.
Setelah dari Sevilla, Unai Emery sempat hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) nan diwarnai memori kelam remontada di Camp Nou. Emery juga menjajal tantangan menggantikan Arsene Wenger di Arsenal pada 2018.
Bersama Arsenal, Emery sukses menembus final Liga Europa keempatnya pada 2019, namun kudu menelan satu-satunya kekalahan dalam sejarah finalnya setelah ditekuk Chelsea 1-4 di Baku, sebelum akhirnya dipecat beberapa bulan kemudian.
Emery bangkit dengan sigap saat menakhodai Villarreal pada 2020. Di klub barunya tersebut, dia langsung mempersembahkan trofi Liga Europa keempatnya pada tahun 2021 melalui drama adu penalti nan melelahkan melawan Manchester United, di mana kiper Geronimo Rulli menjadi pahlawan penentu.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·