Proposal 10 Poin Iran untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Proposal 10 Poin Iran untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel Ilustrasi.(Freepik)

IRAN meluncurkan proposal 10 poin nan bermaksud mengakhiri konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel. Proposal itu menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengurangi ketegangan regional sebagai hadiah atas pencabutan hukuman dan agunan keamanan.

Rencana tersebut, nan disampaikan melalui mediasi Pakistan, muncul ketika Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu tegas bagi Iran untuk mematuhi tuntutannya alias menghadapi gelombang serangan baru nan menargetkan prasarana utama.

Apa rencana perdamaian 10 poin Iran?

Proposal Iran adalah kerangka kerja terstruktur untuk mengakhiri perang secara permanen, bukan hanya menghentikannya sementara.

Menurut pejabat Iran dan media pemerintah, elemen-elemen kunci meliputi:

  1. Jaminan bahwa Iran tidak bakal diserang lagi.
  2. Pengakhiran permanen perang, bukan hanya gencatan senjata.
  3. Pengakhiran serangan Israel di Libanon dan terhadap sekutu Iran.
  4. Pencabutan semua hukuman AS terhadap Iran.
  5. Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
  6. Pengenaan biaya US$2 juta per kapal nan melintasi Hormuz.
  7. Pendapatan dari biaya pengiriman bakal dibagi dengan Oman.
  8. Dana bakal digunakan untuk rekonstruksi prasarana nan rusak akibat perang.
  9. Pembentukan protokol jalur kondusif melalui Hormuz.
  10. Kerangka kerja nan lebih luas untuk mengakhiri permusuhan regional.

Mengapa Selat Hormuz menjadi pusat proposal ini?

Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan daya paling krusial di dunia, nan menangani sebagian besar pengiriman minyak dan gas global.

Iran secara efektif membatasi pengiriman melalui selat selama bentrok dan mengganggu pasar daya global. Tawaran untuk membuka kembali jalur tersebut merupakan perangkat tawar-menawar utama dalam negosiasi.

Usulan biaya transit--sekitar US$2 juta per kapal--mencerminkan upaya Teheran untuk memonetisasi kendali atas selat tersebut sekaligus mendanai upaya rekonstruksi.

Apa nan diusulkan AS sebelumnya?

Sebelum langkah terbaru Iran, Amerika Serikat mengusulkan kerangka kerja 15 poin melalui perantara Pakistan.

Rencana tersebut dilaporkan mencakup:

  • Gencatan senjata segera
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz
  • Pembicaraan menuju kesepakatan perdamaian nan lebih luas dalam 15–20 hari
  • Syarat-syarat nan lebih luas mengenai dengan aktivitas regional dan postur militer Iran

Iran menolak proposal tersebut, dengan argumen bahwa gencatan senjata tanpa penyelesaian permanen tidaklah cukup.

Apa nan dikatakan Trump tentang proposal Iran?

Trump mengakui pentingnya proposal Iran tetapi menolaknya dalam bentuknya saat ini.

"Ini proposal nan signifikan. Ini langkah nan signifikan.”

Pada konvensi pers Gedung Putih, Trump memperingatkan bahwa jika Iran kandas memenuhi tuntutan AS pada pemisah waktu Selasa, serangan besar dapat terjadi.

"Butuh waktu 100 tahun bagi mereka untuk membangun kembali," katanya.

Ia juga menakut-nakuti bakal menargetkan prasarana sipil, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Poin-poin penting:

  • Iran telah mengusulkan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang
  • Fokusnya adalah pada penyelesaian permanen, bukan gencatan senjata sementara
  • Termasuk pembukaan kembali Hormuz dan tuntutan pencabutan sanksi
  • Memperkenalkan model biaya pengiriman sebesar US$2 juta nan mengenai dengan rekonstruksi
  • AS menyebut proposal tersebut “tidak cukup baik”
  • Trump telah menetapkan tenggat waktu untuk kepatuhan alias eskalasi militer

Bagaimana Iran menanggapi tuntutan AS?

Iran telah mengambil sikap tegas, menolak kerangka kerja AS dan mendorong resolusi nan lebih luas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menggambarkan proposal AS sebelumnya sebagai, "Sangat berlebihan, tidak biasa, dan tidak logis."

Media pemerintah Iran juga menekankan bahwa proposal terbaru menolak gencatan senjata dan malah menyerukan pengakhiran permanen perang.

Mengapa negosiasi tetap buntu?

Meskipun upaya mediasi terus dilakukan, perbedaan utama tetap belum terselesaikan:

  • AS mendesak deeskalasi dan kepatuhan segera
  • Iran menuntut agunan jangka panjang dan pencabutan sanksi
  • Kedua pihak tetap terpecah mengenai kondisi keamanan regional
  • Dengan tenggat waktu Trump nan semakin dekat, akibat eskalasi lebih lanjut tetap tinggi.

Apa nan bakal terjadi selanjutnya?

Negosiasi terus bersambung melalui perantara, termasuk Pakistan dan tokoh regional lain.

Namun, dengan AS menolak proposal Iran sejauh ini dan memperingatkan bakal ada serangan nan bakal segera terjadi. Situasi tetap tidak stabil. Hasilnya berjuntai pada kemajuan diplomatik di menit-menit terakhir. (Gulf News/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia