Alat berat memadatkan badan jalan di area food estate Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari pembangunan prasarana pendukung program swasembada pangan nasional, Senin (2/2).((dok.Istimewa))
PROYEK Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, sama sekali tidak mengenai dengan movie “Pesta Babi” nan ramai beredar baru-baru ini, sehingga kudu terus bersambung untuk mewujudkan program ketahanan pangan nan digagas Presiden Prabowo Subianto.
Sebagaimana diketahui, movie karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat budaya di wilayah Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan rimba budaya mereka dari ancaman proyek-proyek skala besar nan mengatasnamakan pembangunan. Hutan dan lahan nan digambarkan dalam isi movie tersebut bukan bagian PSN dan bukan berlokasi di Wanam nan mencetak sawah satu juta hektare.
Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menegaskan, jika menimbang dan memandang kondisi dunia hari ini, PSN cetak sawah 1 juta hektare di Wanam harusnya tetap berlanjut.
"Menurut saya kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, lantaran ke depan negara dunia pun bakal konsentrasi dengan rumor pangan mereka masing-masing. Karena, jika isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih ancaman lagi," ujar Iwan, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan proyeksi program cetak sawah Wanan difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Berbagai faedah utamanya meliputi pencapaian sasaran swasembada beras, pembuatan lapangan kerja baru di pedesaan, peningkatan pendapatan masyarakat/petani hingga 20 persen sampai 30 persen, serta pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.
"Soal kritik di film Pesta Babi itu ya kewenangan kerakyatan menyatakan pendapat dalam corak produktivitas film. nan salah adalah jika perihal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan ageda politik terselubung," tegasnya.
Mengenai lingkungan dan hutan, dia menilai pemerintah pasti sudah mempunyai kajian dan megikuti patokan perundang-undangan nan berlaku.
"Dalam situasi tekanan dunia nan berefek ke kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kita perlu membangun narasi-narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi," tegas dia lagi.
*Harapan Baru*
Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah akomodasi utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut telah membawa angan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.
Salah satu warga Papua mengaku berterima kasih atas pembangunan nan sekarang menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka. Menurutnya, faedah proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
“Kami kudu berterima kasih lantaran kapan lagi kami kudu bisa menerima itu? Bukan lantaran kita saja nan bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata salah seorang penduduk Tarsan Balagaize, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat bakal membuka kesempatan kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur. “Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berfaedah kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah bakal jadi lebih makmur,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, penduduk setempat juga menyampaikan apresiasi lantaran pembangunan sekarang menjangkau area nan sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.
*Pusat Cadangan Pangan Nasional*
Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah akomodasi penunjang di area PSN Wanam nyaris seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen.
“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.
Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.
“Untuk HSD tank kapabilitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul nan pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,” katanya.
Wanam sekarang diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru nan ambisius seluas 1 juta hektare. PSN nan didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group ini bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru nan mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Namun, kunci dari seluruh ekosistem ini adalah satu, ialah konektivitas. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·