PSI Tak Beri Bantuan Hukum Grace Natalie, Jubir JK Tolak Ade Armando

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Dewan Pembina PSIGrace Natalie dipastikan tak bakal menerima support dari partainya soal proses norma nan bakal dia jalani dalam kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian mengenai video Jusuf Kalla.

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali menyatakan partai tak bakal ikut kombinasi dalam kasus Grace. Menurut dia, pernyataan Grace dalam akun media sosialnya murni urusan pribadi.

"Jadi secara kelembagaan kami pastikan kita tidak bakal memberikan support norma secara kelembagaan kepartaian lantaran ini hal-hal nan kudu dipertanggungjawabkan secara pribadi," kata Ali di instansi DPP PSI, Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grace, berbareng Ade Armando dan Permadi Arya dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan penghasutan ke Bareskrim Polri pada Senin (4/5) oleh setidaknya 40 ormas Islam nan tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.

Pelaporan itu dilakukan mengenai polemik narasi ketiganya dalam unggahan masing-masing soal potongan video pidato Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM.

Pidato JK saat itu menjelaskan perihal bentrok di Poso dan Ambon sebagai refleksi alias pelajaran mengenai pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Laporan diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026.

Hingga saat ini, Grace belum merespons soal pelaporan terhadap dirinya. Termasuk keputusan partai nan tak bakal memberi support hukum.

Jubir JK tolak bertemu

Berbeda dengan Grace, Ade belakangan telah menyatakan mundur dari PSI. Dia menilai laporan tersebut telah melibatkan terlalu jauh PSI dan bisa mengganjal mobilitas partai menghadapi Pemilu 2029.

"Saya minta izin, ialah melalui konvensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya," kata Ade Armando.

Secara pribadi, Ade mengaku kasus hukumnya bukan perihal baru. Namun, serangan terhadap PSI kali ini tak lagi bisa ditoleransi. Bahkan, kasus itu secara langsung disebut bisa melibatkan Presiden ketujuh, Joko Widodo.

Ade juga telah membantah memotong video pidato Jusuf Kalla soal bentrok dan Poso dan Ambon. 

"Saya tidak memotong, saya tidak mengedit, saya hanya membahas apa nan saat itu beredar. Dan nan beredar ketika itu juga bukan hasil editan juga. Itu hasil, ya hanya dipotong aja bagian itu. Sepersekian bagian, mungkin sekitar 2-3 menit, itu nan kita komentari," ujar Ade dalam sebuah siniar.

Dia pun menyatakan tak keberatan dipertemukan dengan JK untuk membicarakan kasus tersebut, termasuk meminta maaf kepada umat Islam dan Kristen atas tuduhan penistaan agama.

"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya kudu minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya alias umat Kristen, saya bersedia tapi saya bakal mengatakan saya tidak pernah loh mengadu domba, saya tidak pernah menghina agama. Tapi itu terus diulang," ujarnya.

JK melalui ahli bicaranya, Husain Abdullah menolak menjawab kemungkinan JK berjumpa Ade Armando. Ia hanya meminta agar semua pihak mengikuti proses norma nan berjalan.

"Karena proses norma sedang berjalan, jadi kita ikuti saja," kata Husain saat dihubungi, Rabu (6/5).

(wis/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional