Purbaya Ikut Bantu Jaga Rupiah Mulai Hari Ini

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai hari ini bakal membantu Bank Indonesia (BI) untuk mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah itu diambil usai rupiah babak belur ke level Rp 17.500/US$.

"Kita bisa bakal mulai membantu besok (hari ini) mungkin," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa kemarin.

Purbaya menjelaskan upayanya membantu stabilitas nilai tukar rupiah ialah dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berbobot alias bond market.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan masuk ke bond market, itu nan Bond Stabilization Fund (BSF), tetapi belum fund semuanya. Kita aktifkan di instrumen nan kita punya di sini. Besok mulai jalan," ucap Purbaya.

Purbaya menyatakan kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan rupiah di pasar obligasi.

"Kita bakal coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit jika bisa. Kita tetap banyak duit nganggur, kita intervention bond market agar yield-nya nggak naik terlalu tinggi," ucap Purbaya.

"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing nan pegang bond di sini kan ada capital loss, dia bakal keluar. Jadi kita kendalikan itu agar asing nggak keluar, alias masuk malah jika yield-nya membaik sehingga rupiah bakal menguat. Kita bakal masuk mulai besok," tambahnya.

Purbaya Rapat Dadakan di Lobby Kemenkeu

Purbaya sampai menggelar rapat dadakan dengan jajarannya di lobby Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Rapat itu membahas strategi untuk membantu BI mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Iya kira-kira itu," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa kemarin. Ia ditanya apakah rapat mengenai langkah pemerintah untuk membantu mengendalikan tekanan nilai tukar rupiah.

Terpantau pejabat nan ada di letak di antaranya Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, hingga Plh Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

Sayangnya, Purbaya belum mau mengungkapkan strategi apa nan bakal dijalankan pemerintah. Bocorannya ialah memanfaatkan skema intervensi di pasar surat berbobot alias bond market.

"Strateginya tetap rahasia, jika dikasih tahu kelak musuh tahu. Tapi kita bakal coba memandang apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond, kelak pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga," ucap Purbaya.

(aid/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance