Purbaya Minta Asuransi dan Dana Pensiun Agresif di BEI

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 01 Februari 2026 |13:15 WIB

Purbaya Minta Asuransi dan Dana Pensiun Agresif di BEI

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya halangan psikologis nan membikin perusahaan asuransi dan biaya pensiun (Dapen) ragu untuk memperbesar porsi investasi mereka di pasar saham. Purbaya mensinyalir adanya ketakutan terhadap "perintah tidak tertulis" nan selama ini membayangi kebijakan investasi institusi-institusi besar tersebut.

Purbaya berjanji bakal melakukan investigasi mendalam untuk memastikan halangan non-formal tersebut hilang, seiring dengan komitmen pemerintah melakukan pembenahan total di pasar modal.

"Saya pikir sudah cukup sekarang (investasi SBN), kelihatannya sih peraturan nan ada sudah cukup. Mungkin saya salah baca, tetapi mungkin mereka takut investasi saham bakal ada perintah enggak tertulis. Saya bakal cek dengan mereka kenapa, alias bisa enggak mereka tingkatkan ke bursa saham," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026) malam.

Sebagai langkah nyata untuk memperkuat likuiditas pasar pasca-insiden trading halt dan tekanan MSCI, pemerintah bakal meningkatkan pemisah maksimal investasi saham bagi asuransi dan biaya pensiun hingga 20 persen. Kebijakan ini merupakan pengarahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Namun, guna memitigasi risiko, penambahan porsi ini rencananya bakal difokuskan pada saham-saham berkapitalisasi besar nan mempunyai esensial kuat, seperti indeks LQ45.

"Kami bakal bebaskan lagi ke 20 persen, tetapi di saham-saham nan tidak goreng-gorengan. Mungkin untuk pertama kita batasi di LQ45," jelas Purbaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com