Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Masyarakat masih Kuat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Jadi Sinyal Daya Beli Masyarakat tetap Kuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti sidang kejuaraan kanal Debottlenecking Satgas P3M-PPE (Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi) di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).(Antara)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada triwulan I-2026 menjadi indikasi keahlian shopping masyarakat tetap terjaga.

"Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan," kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/5).

Purbaya menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi nasional perlu dipahami melalui kontribusi setiap komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, setiap sektor mempunyai andil berbeda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari kalkulasi tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Berdasarkan info nan dipaparkan, konsumsi rumah tangga tercatat menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi mencapai 2,94%.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut peningkatan konsumsi masyarakat dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan seremoni keagamaan, termasuk Nyepi dan Idulfitri.

Pemerintah juga dinilai sukses menjaga konsumsi masyarakat melalui beragam kebijakan pengendalian inflasi dan stimulus ekonomi. Beberapa kebijakan tersebut meliputi potongan nilai tiket transportasi, pemberian THR alias penghasilan ke-14, hingga keputusan mempertahankan BI rate di level 4,75%.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen investasi alias Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut menopang pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 1,79%. Pertumbuhan investasi itu didorong oleh proyek pemerintah mengenai prioritas nasional serta meningkatnya investasi sektor swasta.

Di sisi lain, pengeluaran pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,26% terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026, dengan laju pertumbuhan mencapai 21,81%.

Purbaya mengatakan peningkatan shopping pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan realisasi anggaran negara agar akibat ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.

Menurutnya, pola shopping negara nan sebelumnya banyak terjadi menjelang akhir tahun sekarang mulai diarahkan untuk terealisasi lebih sigap demi mendukung aktivitas ekonomi nasional secara optimal.

Pemerintah, lanjut dia, juga terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan realisasi shopping kementerian dan lembaga serta penyelenggaraan beragam program prioritas nasional sejak awal tahun. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia