Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |14:57 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pembentukan BUMN ekspor, ialah PT Danantara Sumber Daya Indonesia. (foto:Okezone.com/IMG)
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pembentukan BUMN ekspor, ialah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), berpotensi meningkatkan untung perusahaan tambang dan komoditas, termasuk emiten nan tercatat di pasar modal.
Menurut Purbaya, PT DSI bakal membeli komoditas seperti batu bara, crude palm oil (CPO), dan ferro alloy dari perusahaan domestik dengan nilai nan merujuk pada standar pasar.
Skema tersebut dinilai dapat memperbaiki nilai jual komoditas nan selama ini dianggap tetap berada di bawah nilai pasar, demi mengejar volume penjualan dan memperluas pedoman pembeli.
Dengan nilai jual nan lebih tinggi, pendapatan perusahaan dinilai dapat meningkat. Kondisi itu, lanjutnya, juga berpotensi mendorong kenaikan valuasi perusahaan terbuka lantaran keahlian finansial nan membaik bakal tercermin pada nilai saham emiten terkait.
“Jadi perusahaan juga bakal untung. Jadi harusnya bisa double untungnya nan listing di bursa. Jadi harusnya ini bakal meningkatkan valuasi dari perusahaan nan listed di bursa,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5/2026).
Purbaya juga menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan terjadi setelah pengumuman pembentukan PT DSI. Menurut dia, tekanan di pasar saham lebih disebabkan oleh ketidakpastian penanammodal nan tetap menghitung akibat kebijakan baru tersebut terhadap perusahaan-perusahaan sektor sumber daya alam.
Ia menilai pelaku pasar condong melepas saham terlebih dulu ketika belum memperoleh gambaran nan jelas mengenai akibat kebijakan terhadap prospek keahlian emiten.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·