Rajiv Dorong Transparansi Penyaluran Pupuk, Cegah Penyelewengan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv menyoroti tetap adanya keluhan petani mengenai sulitnya memperoleh pupuk bersubsidi. Persoalan itu menjadi perhatian dalam aktivitas Sosialisasi Tata Kelola Pupuk Bersubsidi nan digelar di Kecamatan Pacet dan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kegiatan pengarahan teknis nan berjalan saat masa reses DPR RI itu dihadiri golongan tani, penyuluh pertanian, pemilik gerai pupuk, hingga pemasok pupuk.

Dalam forum tersebut, Rajiv menegaskan pentingnya transparansi dalam rantai pengedaran pupuk bersubsidi, mulai dari produsen, penyalur, hingga diterima petani sebagai pengguna akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mau memastikan alur pengedaran dari produsen sampai ke tangan bapak dan ibu sebagai penerima itu transparan, jelas, dan kudu bisa kita awasi bersama. Tidak boleh ada lagi nan ditutupi-tutupi. Aturan kudu jelas agar tidak ada lagi permainan di lapangan nan merugikan petani," ujar Rajiv, Kamis (7/5).

Selama dua hari Anggota legislatif asal Daerah pemilihan Jawa Barat II ini, menegaskan pengarahan teknis menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman seluruh pihak. Terutama mengenai sistem penyaluran pupuk bersubsidi agar melangkah lebih tepat sasaran, terbuka, dan dapat diawasi bersama.

Ia menambahkan, aktivitas sosialisasi berbareng Pupuk Indonesia merupakan corak perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi nan merlibatkan semua pihak, baik pemerintah, distributor, kios, maupun masyarakat tani sebagai penerima manfaat.

"Kami bakal terus mendorong dan mendukung program pemerintah untuk perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi. Kegiatan sosialisasi dengan Pupuk Indonesia ini sebagai jawaban untuk mengurai beragam keluhan nan disampaikan petani," katanya.

Ia juga menilai sosialisasi tersebut menjadi ruang perbincangan bagi petani untuk menyampaikan persoalan nan selama ini dihadapi dalam proses pelunasan pupuk subsidi di lapangan.

Politisi Partai NasDem ini pun menyoroti salah satu persoalan nan paling sering disampaikan petani mengenai kesiapan pupuk di gerai penyalur.

"Masih ada petani nan menyampaikan, 'sudah terdaftar di e-RDKK dan sudah punya kartu tani, tetapi ketika bakal menebus pupuk bersubsidi di gerai justru mendapat jawaban stok lenyap alias peralatan belum datang'," ucapnya.

"Kondisi seperti ini tentu kudu menjadi perhatian dan dibenahi bersama," tambah personil DPR RI nan berkawan disapa kang Rajiv.

Melalui sosialisasi tersebut, Rajiv berharap, pemahaman mengenai sistem pengedaran pupuk bersubsidi semakin meningkat, koordinasi antar pihak semakin baik, serta penyaluran pupuk dapat melangkah lebih efektif dan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh para petani, khususnya di Kabupaten Bandung.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional