Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan intelektual dan aktivis menghadiri focus group discussion (FGD) nan diselenggarakan Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) di kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Aktivis HAM sekaligus Direktur Amnesty Indonesia, Usman Hamid dalam kesempatan tersebut menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya nan menyinggung kejadian inflasi pengamat, ialah meningkatnya pihak-pihak nan menyampaikan opini tanpa skill dan info nan akurat.
Usman mengatakan pernyataan Teddy tersebut tidak andal lantaran pengamat justru jadi pihak nan membantu pemerintah untuk memahami masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama, pernyataan itu sebenarnya tidak kredibel, lantaran para pengamat itu justru menjadi bagian krusial dari tokoh nan membantu pemerintah untuk mengerti apa nan terjadi di masyarakat," ujar Usman kepada wartawan.
"Tanpa ada para pengamat, tidak mungkin pemerintah bisa memahami realitas sosial, ekonomi, politik, norma secara objektif," sambungnya.
Usman mengatakan tanggapan Teddy tersebut justru malah membikin kesan pemerintahan nan anti kritik.
"Jadi, pernyataan semacam itu hanya memperkuat kesan bahwa pemerintah anti kritik. Apalagi pada bulan Maret nan lalu, Presiden Prabowo menyampaikan bakal menertibkan para pengamat dengan penilaian bahwa para pengamat dianggap mempunyai motif-motif nan tidak murni," ujarnya.
Ia juga menyinggung banyak komentar jelek nan dilontarkan pemerintahan sekarang kepada para pengamat.
"Dari mulai hanya lantaran kalah pemilu, demi mencari uang, alias membawa kepentingan asing. Jadi sebaiknya pernyataan seperti nan disampaikan oleh Seskab Teddy Wijaya itu ya disudahi lah," katanya.
Sebelumnya, pernyataan soal 'inflasi pengamat' disampaikan Teddy lantaran dia menyebut sejumlah pengamat menyampaikan info keliru dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.
"Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada nan namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
Padahal, menurut Teddy, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari beragam pihak, dengan penekanan pada pentingnya penyampaian nan berbasis info dan fakta.
"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement nan mengarah pada kecemasan, membikin orang resah terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali," ucap Teddy.
(fam/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·