Ratusan Ribu Tenaga Kesehatan Dapat Prioritas Vaksin Campak

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ratusan Ribu Tenaga Kesehatan Dapat Prioritas Vaksin Campak Seorang master menyiapkan vaksin balang untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).(Antara/Raisan Al Farisi)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memprioritaskan vaksinasi balang bagi tenaga kesehatan (nakes), menyusul terbitnya izin ekspansi indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari Badan POM untuk golongan usia dewasa.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyebut langkah ini diambil untuk melindungi garda terdepan nan berisiko tinggi tertular. Adapun sasaran prioritasnya adalah 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.

"Dengan adanya KLB potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam perihal ini para nakes nan bekerja langsung dengan pasien, mengalami akibat tinggi," kata Rizka saat bertemu pers di Kantor BPOM Jakarta, Rabu (8/4).

Selain nakes di wilayah prioritas, vaksinasi juga bakal diberikan kepada 28.321 master umum dan master gigi nan sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Total kebutuhan untuk golongan prioritas dewasa ini diperkirakan sekitar 290 ribu dosis.

Rizka memastikan kebutuhan tersebut sangat tercukupi dengan stok nasional saat ini. Hingga minggu ke-13 tahun 2026, tercatat stok vaksin MR sebanyak 9,8 juta dosis nan cukup untuk 5,5 bulan ke depan.

"Kami menjaga agar stok di seluruh wilayah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko kelak vaksin menjadi rusak. Karena kami punya suatu sistem pemantauan vaksin nan namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau kesiapan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke akomodasi pelayanan kesehatan secara real-time," ujar Rizka.  

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, izin ekspansi indikasi telah diterbitkan untuk vaksin MR, MMR, dan measles tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).

"Persetujuan ini merupakan hasil kajian ketat berbasis info ilmiah, sekaligus corak komitmen BPOM dalam memastikan setiap intervensi kesehatan memenuhi standar keamanan dan khasiat," jelas Taruna.

Di akhir keterangannya, Rizka mengimbau orangtua untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak (usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD) tanpa menunggu terjadinya wabah. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia