Ratusan Tewas di Libanon, Serangan Israel Picu Eskalasi Baru

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ratusan Tewas di Libanon, Serangan Israel Picu Eskalasi Baru Serangan udara besar-besaran Israel di Libanon.(Dok. BBC)

SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya pada Rabu (8/4), menandai eskalasi baru di tengah ketegangan area nan belum mereda.

Serangan menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Militer Israel menyebut operasi itu sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghantam prasarana Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu menyasar pusat-pusat komando Hizbullah di beragam wilayah Libanon.

"Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Libanon. Ini adalah pukulan terbesar nan diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers," katanya, dikutip Al Jazeera, Kamis (9/4).

Meski demikian, militer Israel juga mengakui sebagian besar sasaran berada di kawasan permukiman sipil. Mereka menyatakan telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban di kalangan penduduk sipil.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Libanon, Rakan Nassereddine, memperingatkan negaranya sedang menghadapi eskalasi serius setelah sekitar 100 serangan udara dilancarkan Israel.

"Ambulans tetap mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Libanon," sebutnya.

Hizbullah mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel menargetkan wilayah sipil, termasuk pinggiran selatan Beirut, Sidon, Libanon selatan, serta Lembah Bekaa.

Ketua Parlemen Libanon, Nabih Berri, juga mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap norma internasional.

"Kejahatan perang sepenuhnya," ucapnya.

Serangan ini mempertegas meningkatnya ketegangan di kawasan, meski upaya gencatan senjata terus didorong di tengah bentrok nan kian meluas. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia