Rekam Jejak Godzilla El Nino: Sejarah Kekeringan Ekstrem di Indonesia sebelum 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Sejarah Kekeringan Ekstrem di Indonesia sebelum 2026 Karhutla di Aceh Barat.(Dok. Antara)

SEBELUM memasuki tahun 2026, Indonesia tercatat telah beberapa kali menghadapi fenomena iklim El Nino dengan intensitas sangat kuat alias nan sering dijuluki sebagai "Godzilla El Nino". Dua periode paling signifikan nan tercatat dalam sejarah meteorologi adalah pada tahun 1997/1998 dan 2015/2016.

Fenomena ini ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik nan jauh di atas normal, mengakibatkan curah hujan di wilayah Indonesia merosot tajam dan memicu musibah hidrometeorologi kering nan berkepanjangan.

Dampak SGodzilla El Nino di Indonesia

Berdasarkan catatan historis, berikut adalah akibat utama nan dirasakan Indonesia saat dihantam Godzilla El Nino:

Periode Dampak Utama
1997/1998 Kebakaran hutan terparah dalam sejarah nan menghanguskan jutaan hektare lahan, kabut asap lintas batas, serta krisis pangan nan memperburuk kondisi ekonomi saat krisis moneter.
2015/2016 Kekeringan di 28 provinsi, kegagalan panen (puso) massal, serta kebakaran lahan gambut dahsyat di Sumatra dan Kalimantan nan memicu darurat pencemaran udara.

Dampak ekonomi dari kejadian Godzilla El Nino sangat masif. Pada tahun 2015, Bank Dunia memperkirakan kerugian Indonesia akibat kebakaran rimba dan lahan nan dipicu El Nino mencapai lebih dari Rp221 triliun. Selain itu, sektor pertanian mengalami penurunan produksi beras secara nasional nan memaksa pemerintah melakukan impor untuk menjaga persediaan pangan.

Istilah "Godzilla" digunakan oleh para mahir suasana (seperti NASA) untuk menggambarkan El Nino dengan indeks anomali suhu nan sangat tinggi, nan kekuatannya bisa mengganggu pola cuaca dunia secara drastis.

Pengalaman pahit dari tahun-tahun tersebut menjadi landasan bagi pemerintah Indonesia dalam menyusun strategi mitigasi Godzilla El Nino nan lebih matang, termasuk pembangunan ribuan embung, optimasi lahan rawa, dan penguatan sistem peringatan awal kebakaran rimba nan sekarang diterapkan untuk menghadapi ancaman serupa di masa depan. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia