loading...
Kebutuhan bakal AI saat ini menjadi sangat krusial dan wajib bagi seluruh perusahaan. Foto: Sindonews/ChatGPT
JAKARTA - Seluruh perusahaan di Indonesia sekarang berencana mengintegrasikan kepintaran buatan ke dalam pusat operasi keamanan mereka sebagai upaya absolut untuk mempercepat penemuan ancaman dan merespons serangan siber nan kian kompleks.
Langkah ini menempatkan Indonesia di posisi terdepan secara dunia dalam perihal ambisi mengambil teknologi pandai untuk memperkuat ketahanan digital nasional.
Berdasarkan studi dunia terbaru dari Kaspersky, sentimen terhadap kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI) di wilayah Asia Pasifik mencapai nomor nan sangat signifikan.
Sebanyak 99 persen responden di area ini menyatakan rencana mengambil AI, namun Indonesia mencatatkan nomor absolut 100 persen.
Dari total tersebut, sekitar 32 persen perusahaan menyatakan kepastian untuk mengimplementasikannya, sementara 67 persen lainnya menyebut kemungkinan besar bakal melakukan perihal serupa dalam waktu dekat.
Pusat Operasi Keamanan (Security Operation Centre/SOC) sekarang tidak lagi dipandang sebagai unit biaya, melainkan tembok pertahanan utama.
Logika pasar menunjukkan bahwa ketergantungan pada tenaga manusia saja sudah tidak memadai untuk menyaring jutaan log info harian.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·