Rencana Purbaya Terbitkan Skema Cukai Layer Baru Diapresiasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Rencana Purbaya Terbitkan Skema Cukai Layer Baru Diapresiasi Ilustrasi.(freepik)

PENGUSAHA rokok memberikan apresiasi terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa nan berencana menerbitkan skema cukai layer baru bagi industri rokok rakyat.

Pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menilai kebijakan ini merupakan jawaban atas aspirasi pelaku upaya mini dan menengah (UMKM) sektor tembakau nan selama ini tersendat oleh struktur cukai nan berat. Ia menganggap skema layer baru tersebut sebagai pintu masuk untuk memperkuat ekosistem industri rokok nasional nan lebih inklusif.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Menteri Keuangan Pak Purbaya atas rencana publikasi layer baru cukai rokok rakyat. Ini langkah positif dan sangat ditunggu pelaku upaya mini agar bisa masuk ke jalur legal dengan lebih mudah,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Terkait maraknya rokok ilegal, dia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif alias penindakan. Menurutnya, negara kudu menyediakan jalur transisi nan realistis bagi para pelaku upaya rokok terlarangan agar mereka bisa beralih bentuk menjadi unit upaya legal.

Ia beranggapan banyak pelaku upaya terlarangan sebenarnya mempunyai potensi pasar dan kapabilitas produksi nan besar, namun terjegal oleh rumitnya sistem perizinan dan beban cukai nan tidak proporsional.

“Negara kudu membuka ruang transformasi. Pengusaha rokok terlarangan kudu diarahkan masuk ke jalur legal, bukan hanya ditindak. Jika mau menekan rokok ilegal, negara kudu menyediakan jalan legal nan terjangkau oleh rakyat kecil,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan penataan ini kudu bermuara pada realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. KEK dinilai sebagai solusi komprehensif untuk mengintegrasikan kepentingan petani, industri, dan pengawasan dalam satu sistem terpadu.

Menurutnya, keberadaan KEK bakal mengubah posisi Madura dari sekadar penghasil bahan baku menjadi pusat industri tembakau nasional nan mandiri. Ia berambisi pemerintah pusat dapat segera merealisasikan langkah-langkah konkret tersebut.(H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia